Tanaman cabai yang sudah berumur diatas 7 bulan sudah bisa dikategorikan tanaman yang tua. Tanaman cabai yang sudah tua biasanya sudah tidak bisa berproduksi maksimal dan cenderung rawan terserang hama maupun penyakit. Daun-daun cabe yang sudah tua biasanya akan berguguran dan lambat tumbuh kuncupnya. Biasanya petani akan melakukan perombakan atau pencabutan tanaman tersebut, mengolah tanah dan mengganti tanaman yang baru karena dianggap sudah tidak produktif lagi. Adapun rincian kegiatan untuk peremajaan cabai yang sudah tidak produktif adalah sebagai berikut : Buang atau cabut tanaman cabai yang layu, karena cabai layu sudah tidak bisa di produksi ulang lagi. Lakukan pemangkasan terhadap cabang dan ranting cabai yang kering, terserang penyakit, terserang hama dan tumbuh tidak normal. Catatan : Dalam pemangkasan jangan menghabiskan semua daun, artinya harus disisakan daun walaupun hanya sebuah saja. Setelah pemangkasan lakukan pemupukan melalui akar. Pemupukan bisa dilakukan dengan tugal atau kocor. Untuk jenis pupuk di sarankan menggunakan jenis NPK jangan hanya menggunakan urea saja. Lebih bagus lagi jika diaplikasi juga agensia hayati. Semprot sisa cabang dan ranting yang mau ditumbuhkan dengan menggunan fungisida (anti jamur) dan insektisida (anti hama) serta zat pengatur tumbuh (opsional). Tunggu sampai tumbuh tunas baru dari ruas-ruas sisa tanaman cabai. Jika yakin tanaman kita tumbuh tunas, lakukan pengocoran NPK maksimal 2 minggu sekali. Selanjutnya perawatan selanjutnya seperti perawatan cabai biasa, meliputi pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Dengan cara pemangkasan seperti itu diharapkan tanaman cabe yang tua tersebut bisa tumbuh normal lagi seperti tanaman muda, bisa berbunga dan berbuah normal lagi. Dengan cara pemangkasan cabai kita bisa menghemat waktu, tenaga, biaya penyemaian, penanaman dan olah tanah. Penulis : YUlita Dian Sari, SP (Penyuluh Pertanian Muda)