Loading...

CARA SEDERHANA MEMBUKA LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT TANPA MEMBAKAR ( ZERO BURNING)

CARA SEDERHANA MEMBUKA LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT TANPA MEMBAKAR ( ZERO BURNING)
Pembukaan lahan dengan menggunakan teknik tanpa bakar ( zero burning) ini telah di lakukan pada beberapa perkebunan kelapa sawit, baik untuk pembukaan areal baru maupun, untuk peremajaan kelapa sawit, sebagai di laporkan oleh Chee dan Chiu (1997), Majid (1997) dan Purba et al. (1997) alasan utama penggunaan teknik tanpa bakar lahan adalah sistem ini dapat di (a) mempertahankan kesuburan tanah, (b) mempertahankan struktur tanah, (c) menjamin pengembalian unsur hara, (d) mencegar erosi permukaan tanah dan (e) membantu pelestarian lingkungan. Berikut ini tahapan sederhana Pembukaan Lahan tanpa membakar ( zero burning) Membabat Rintisan Semak belukar dan pohon kecil yang diameter hingga 10 cm yang tumbuh di bawah pohon di babat dan di potong, Pekerjaan ini membutuhkan 5 – 6 orang/ha. Mengimas Pengimasan adalah pemotongan semak dan pohon kayu yang berdiameter Menumbang Pohon Pohon kayu yang berdiameter > 10 cm di tebang dengan mengunakan kapak atau gergaji rantai (chain saw). Waktu yang terbaik buat penebangan adalah 2 – 3 bulan pada bulan kering. Merencek Dari pohon yang telah di tumbang, cabang dan ranting yang relatief kecil di potong dan d cincang (direncek), dan batang dan cabang besar dipotong dalam ukurannya 2 – 3 (dimerun), untuk kemudian ditebar merata dalam rumpukan. Membuat pancang jalur rumpukan Jalur rumpukan di pancang pada jarak 50 atau 100 m arah utara selatan sejajar dengan jalur tanam. Merumpuk Batang, cabang, rating yang telah di potong di kumpulkan mengikuti jalur rumpukan yang telah di buat dengan cara mekanis. Membersihkan jalur tanaman Jalur tanam dipancang menurut jarak antar barisan tanaman (gawangan) pada jarak 1meter di kiri kanan jalur tanaman dibersihkan dari potongan-potongan kayu hasil rencekan. Jarak waktu antar mengimas, menumbang, merumpuk hasil tebangan, dekomposisikan awal, dan menanam sedapat mungkin dilakukan pada tahun yang sama. Oleh: Moch.Khairul Amin, SST Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Sungai Limau