Loading...

CARA SEDERHANA MEMPRODUKSI BENIH CABAI DAN BAWANG MERAH

CARA SEDERHANA MEMPRODUKSI  BENIH CABAI DAN BAWANG MERAH
Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kementerian Pertanian telah mengembangkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan suatu kawasan yang dipilih untuk pengembangan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan melalui partisipasi masyarakat. Tujuan dari KRPL adalah:1) memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara lestari; 2) meningkatkan kemampuan keluarga dalam memanfaatkan pekarangan dengan melakukan budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, tanaman obat, ternak, ikan, pengolahan hasil dan pembuatan kompos; 3) mengembangkan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan; 4) melestarikan tanaman pangan local; dan 5) mengembangkan ekonomi produktif keluarga sekaligus menciptakan lingkungan hijau ang bersih dan sehat. Guna memenuhi benih/bibit guna menjaga keberlanjutan program ini, perlu kita sosialisasikan bagaimana cara memproduksi benih sayuran khususnya cabe, bawang merah dan kankung secara sederhana. Memproduksi benih cabaiUntuk memperoleh benih yang baik, sumber harus memenuhi syarat umum, yaitu: 1) sumber benih merupakan varietas cabai unggul nasional yang telah dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran seperti varietas Ciko (cabai besar) dan varietas Kencana (cabai keriting); 2) lahan penanaman harus bersih dan bebas gulma; 3) areal pertanaman bukan bekas tanaman cabai; 4) benih diberi label sejak persemaian, tanam,prosesing sampai penyimpanan. Pesemaian dilakukan diatas bedeng pesemaian, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis, kemudian siram dengan larutan fungisida lalu tutup dengan plastik hitam. Setelah 5-10 hari atau sudah muncul kecamah diatas permukaan tanah, plastic dibuka. Selanjutnya pada saat tanaman umur berumur 7-14 hari, tanaman siap dibumbun atau dipindahkan ke tray. Bibit dapat dipindahkan/ditanam di lapangan pada umur.17-30 hari atau bibit telah mempunyai 4-5 helai daun. Penanaman, dilakukan dengan langkah sebagai berikut:1) pengolahan dan pembersihan lahan dilakukan 2-4 hari sebelum tanam. Lahan dibersihkan dari bebatuan, gulma dan sisa tanaman sebelumnya, tanah diolah sedalam 20-30 cm dengan menggunakan traktor/cangkul hingga gembur; 2) selanjutnya dilakukan pembuatan bedengan/guludan dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan panjang sesuai kebutuhan. Kemudian buat parit dengan ukuran lebar 40-50 cm, selanjutnya taburkan kapur dolomite 1,5 - 2 ton/ha, pupuk kandang 20 - 30 ton/ha dan NPK hidrogrower 40- 100 gr/m2 diatas bedengan; 3) pemasangan mulsa dilakukan pada saat panas terik matahari agar mulsa memuai sehingga memudahkan mulsa tersebut ditarik menutup rapat bedengan, Posisi mulsa plastic yang berwarna perak menghadap keatas sedangkan yang berwarna hitam menghadap ke tanah/bawah. Pembuatan lubang tanam pada mulsa menggunakan alat pelubang mulsa berdiameter 10 cm yang dipanaskan. Jarak lubang tanam dibuat sesuai dengan jarak tanam yaitu 70 x 50 cm atau 70 x 60 cm dengan system double row; 4) penanaman bibit dilakukan pada lubang tanam sedalam 2 – 5 cm, kemudian bibit cabai ditanam pada lubang tanam sesuai lubang mulsa, selanjutnya setelah penenaman selesai, tanaman disiram; 5) pemeliharaan tanaman dilakukan dengan pemasangan turus dari bambu dengan ukuran 3-4 cm x 200 cm saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Penyiraman dilakukan setiap hari pada awal tanam dan berikutnya seminggu duakali atau tergantung kondisi tanaman. Penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali selama periode tanam yaitu pada umur 2, 3, 8 dan 12 minggu setelah tanam, pembuangan tunas samping dilakukan pada tanaman berumur 45 hari setelah tanam; 6) Pemupukan susulan dilakukan saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam dengan memberikan pupuk NPK Hidrogrower sebanyak 1.000 gr dan 500 gr Ureayang dilarutkan dalam 100 liter air. Untuk pemupukan susulan pada tanaman umur 60 hari setelah tanam dengan diberikan pupuk SP36 dan Urea (1 : 1) sebanyak 10 gr pertanaman dengan cara ditugal di bagian kiri dan kanan tanaman; dan 7) pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan dengan melakukan penyemprotan pestisida seminggu atau dua minggu sekali. Panen, buah yang dipanen adalah buah yang telah matang fisiologis dan cara panennya dilakukan dengan digunting pada bagian tangkai buah. Prosesing benih, dilakukan dengan cara membelah buah cabai melintang dengan menggunakan pisau, kemudian benih dikeluarkan dengan sendok dan benih cabai ditampung dalam baki, kemudian benih dikeringkan selama 3-4 hari didalam ruang pengering pada suhu 32-34º C samapi benih cabai mencapai kadar air 5-7%. Pengeringan biji dapat juga dilakukan dengan panas matahari tidak langsung. Bersihkan biji yang sudah dari kotoran kemudian dimasukkan kedalam plastic dan simpan didalam gudang penyimpanan. Penyimpanan benih, agar benih dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama dan dalam keadaan baik, benih yang sudah dikemas dalam plastik dan diberi label disimpan dalam Dry Cold Storage (DCS) dengan suhu 16º C dengan kelembabab 65-70%. Memproduksi benih bawang merahSyarat utama lahan yang dipergunakan adalah lahan bukan bekas tanaman bawang merah atau tanaman se familinya. Langkah selanjutnya adalah: 1) penyiapan benih, benih dipilih dari varietas unggulyang telah dilepas (misalnyaMentes, Pancasonadan Trisula), kemudian pilih benih bermutu dan berkualitas dengan kebutuhan benih per ha 1 – 1,2 ton; 2) Penyiapan lahan, lahan diolah sekitar 15-20 hari sebelum tanam, kemudian buat bedengan dengan ukuran 1,5- 2 m lebar parit 40 – 60 cm, kemudian diberi pupuk dolomite sebanyak 2 ton/ha, pupuk kandang 15 ton/ha dan NPK 600 kg/ha, Buat lubang tanam dengan kedalamam 2 cm dan jarak tanam 15 x 15 cm; 3) Pemeliharaan, tanaman diberi pupuk susulan berupa pupuk NPK sebanyak 600 kg/ha pada saat tanaman berumur 15 dan 30 hari setelah tanam sebanyak sepertiga dosis dengan cara menaburkan pupuk secara merata pada larikan yang dibuat diantara tanaman kemudian tutup dengan tanah. Pengendalian OPT dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida sebanyak dua kali seminggu atau sesuai kebutuhan. Selain itu dilakukan penyiraman sesuai kebutuhan tanaman dan melakukan penyiangan gulma; 4) Roguing, yaitu melakukan seleksi benih dengan cara membuang bibit atau tanaman yang mempunyai pertumbuhan menyimpang (tidak sesuai diskripsi) atau tidak sehat; 5) Pemeriksaan lapang dilakukan sebanyak tiga kali yaitu saat persiapan, fase vegetative dan fase menjelang panen; 6) panen ditandai dengan 80% daun rebah dengan warna menguning, leher batang kosong, umbi tersembul ke permukaantanah atau berwarna merah.Panen dilakukansaat tanaman berumur 55 – 75 hari setelah tanam tergantung varietas dan dataran penanaman. Panen dilakukan dengan cara mencabut umbi dengan hati-hati kemudian diletakkan dalamkeranjang. Bawang merah diberi label nama varietas, tanggal tanam, tanggal panen,lokasi penanaman dan waktu angkut ke tempat penjemuran selanjutnya umbi ditimbang beratnya; 7) Prosesing benih, umbi dibersihkan dari kotoran yang menempel,kemudian dilayukan dan dikeringkan melalui penjemuran di bawah sinar matahari tidak langsung sampai daun menjadi kering dengan kadar air umbi kering berkisar 75-80%. Kemudian umbi yang baik diambil satu demi satu dan daunnya benar-benar kering; kemudian diikat dengan umbi lainnya; 8) Penyimpanan benih, umbi bawang merah disimpan dalam ruangang dengan suhu 29-30º C dengan kelembaban 65-70%. Cara penyimpanan dengan mengikat umbi kemudian digantung; 9) pemeliharaan di tempat penyimpanan, dilakukan dengan cara mebuang benih yang busuk dan kropos dan menjaga tempat penyimpanan agar benih tetap terjamin kualitasnya. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1) pendampingan KRPLdi Yogyakarta, BPTP DI Yogyakarta, 2014; 2) Buku Seri Beragam Pangan dari Pekarangan, BBP2TP, Bogor, 2015; dan 3) Dihimpun dari beberapa sumber