Legowo menurut bahasa jawa berasal dari kata : “Lego” yang berarti luas/lega” “dowo” yang berarti panjang” PRINSIP JAJAR LEGOWO Terdapat lorong panjang bebas tanaman dan seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) Barisan tanaman yang dihilangkan disisipkan kedalam sisi barisan terdekat Sisi barisan yang lain disisipkan tanaman baru, sehingga jumlah populasi bertambah Perbedaan sistem tegel dan legowo Sistem tegel Jarak tanam ( 25 X25 ) Cm = 160.000 Rumpun/Ha Sistem Legowo jarak tanam ( 25 X 12.5 X 50 ) Cm = 213.300 Rumpun/Ha Selisih jumlah rumpun = 53.000 rumpun/Ha . Produksi per rumpun = 50 gr X 53.000 = 2.650.000 gr/ha . tambahan Produksi per ha = 2.650 Kg/ha KEUNTUNGAN CARA TANAM LEGOWO . Penyiangan jadi lebih mudah . Penyemprotan lebih mudah . pemupukan lebih mudah dan terfokus pada tanaman Keuntungan Penanaman padi dengan sistem jajar legowo diantaranya: Semua barisan rumpun tanaman seolah-olah berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi, karena sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolisme terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daun akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil; Pengendalian hama, penyakit, gulma dan pemupukan dapat dilakukan lebih mudah, yaitu dilakukan melalui barisan kosong/lorong. Adanya ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong mas atau untuk mina padi, Menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30 % Mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus. Pada lahan yang relatif terbuka hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya dan kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan.