Tanaman krisan dapat dibudidayakan secara komersial yaitu ditanam dalam pot, polibag atau wadah lainnya baik dalam rumah kaca maupun dilahan terbuka. Adapun tanaman krisan yang dapat tumbuh maksimal yang dibudidaya dirumah kaca antara lain varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan), Pearl Cindy (putih kemerah-merahan), White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan), Applause (kuning cerah), Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda).Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot, terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia, yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu), Rage (merah) dan Time (kuning). Penanaman dirumah kaca pertumbuhannya pastilah maksimal ini dipengaruhi oleh penguasaan inovasi teknologi dan Pengetahuan Sikap Dan Ketrampilan (PSK) yang hanya berpengaruh kecil terhadap ketergantungan iklim/syarat tumbuh, ini disebabkan kesemuanya syarat tumbuh telah dikendalikan dengan saksama. Selanjutnya bunga krisan sebagai bunga potong pada umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. varietas yang dibudidayakan untuk bunga potong antara lain Inga, Improved funshine, Brides, Green peas, Great verhagen, Puma, Reagen, Cheetah, Klondike dll. Keberhasilan budiadaya bunga potong dilahan pertanian tentulah dipengarui kepada salah satu inovasi teknologi budidayanya antara lain Teknik Penanaman Bunga Potong Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan secara monokultur maupun secara tumpang sari Budidaya tanaman krisan secara monokultur dilahan yaitu dengan cara mempersiapkan lahan terlebih dahulu, setelah lahan telah diolah dan siap untuk ditanam kemudian menentukan jarak lubang tanam, adapun lubang tanam yang ideal antara lain adalah 10 cm x 10 cm, 20 cm x 20 cm atau juga disesuaikan dengan kondisi lahan (lahan berteras/lahan datar). Setelah dibuat titik-titik sesuai dengan ukurannya lubang tanam kemudian dilubangi dengan cara ditugal menggunakan batang kayu yang ujungnya diruncingkan. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari. Cara Penanaman : Penanaman dapat dimulai dengan cara mempersiapkan benih tanaman krisan yang sudah siap untuk dipindahkan kelapang. Benih yang akan ditanaman sebaiknya disiram terlebih dahulu agar anaman dengan mudah untuk dipindahkan dan juga polybag penyemaian dapat digunakan kembali. Benih diambil sesuai dengan wadah- wadah penampungan benih, kemudian didekatkan dilahan yang sudah dibuat lubang tanam sesuai dengan ukurannya. Benih krisan diambil satu per satu dari bak penyemaian kemudian bagian tangkal batang benih dijepit menggunakan dua jari untuk menahan batang benih kemudian dibalik dan polybag diangkat keatas agar terpisah dari media dan tanaman. selanjutnya tanamkan pada lubang yang telah disiapkan sedalam media semai, kemudian lubang tanam yang belum terisi media tanam ditambah media disekeliling dengan sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang benih. Setelah penanaman selesi siram dengan air dan bila budidaya dilakukan dilahan terbuka pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan. Teknik Penanaman untuk Bunga Pot Tanaman krisan dapat dibudidayakan secara komersial yaitu ditanam dalam pot, polibag atau wadah lainnya. untuk mengisi pot media yang digunakan bisa menggunakan sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1). Benih tanaman krisan yang telah siap cukup umur kemudian disortir/dipilih yang sehat bebas dari hama dan penyakit kemudian dipindahkan lebih dekat dengan pot atau wadah lainnya. Wadah pot atau lainnya yang sudah diisi media tanam kemudian ditanami benih sebanyak 5-7 benih. Adapun cara menanam bunga krisan dalam pot yaitu dengan cara mengurangi media dalam pot kurang lebih disisakan 1/3 bagian, kemudian memasukkan benih dalam pot selanjutnya menambahkan media sambil menekan media secara pelan-pelan hingga tanaman berposisi tegak. Setelah selesai menanam kemudian menyiram dengan air hingga kapasitas lapang. Bila tanaman kelihatan ada yang mati segera mungkin untuk menggantikannya. Harapan penyulaman ini agar tanaman dapat hidup serempak dalam salah satu blok. Pengaturan tanaman sangat penting karena pola tanam sangat berpengaruh dengan permintaan pasar. Adapun penanam sebaiknya juga memperhatikan pasar karena bunga krisan potong/pot tidak tahan lama dan pemanfaatanya pun juga terbatas. Permintaan pasar yang menjajikan adalah pada waktu hari-hari besar keagamaan dan hari-hari libur nasional. Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit, bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti ; Buku Komoditas Krisan Balai Tanaman Hias. Sumber-sumber lainnya di Google