Pengaruh jarak tanam dengan kepadatan tertentu bertujuan memberikan ruang tumbuh pada tiap-tiap tanaman agar tumbuh dengan baik. Jarak tanam akan mempengaruhi kepadatan dan efisiensi penggunaan cahaya, persaingan diantara tanaman dalam penggunaan air dan unsur hara sehingga akan mempengaruhi produksi tanaman. Secara fisiologis jarak tanam mempengaruhi populasi tanaman, efisiensi penggunaan cahaya, perkembangan hama penyakit dan kompetisi antar tanaman dalam penggunaan air dan unsur hara penggunaan jarak tanam jagung dipengaruhi oleh a) jenis varietas jagung yang ditanam, b) pola tanam, c) kesuburan tanah, d) bagian tanaman yang akan digunakan sebagai pendekatan ekonomi. Jarak tanam yang tidak teratur akan menyebabkan terjadinya kompetisi dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung sehingga berpotensi pada produksi yang kurang optimal dan cenderung rendah.Berbagai pola jarak tanam pada tanaman jagung dianggap perlu karena untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam, pemanfaatan unsur hara yang merata , Efektifitas penggunaan lahan, memudahkan pemeliharaan, menekan pertumbuhan hama dan penyakit dan juga untuk mengetahui kebutuhan benih dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman pada pertanaman jagung . LANGKAH KEGIATAN1. Memilih varietas benih yang ditanam Benih yang akan ditanam memiliki karakteristik umur yang berbeda-beda tergantung jenis Varietas dan kondisi lingkungan .Beberapa varietas jagung adalah Jagung hibrida varietas BISI-16, 18, 226, 816 Pioner P21, P35, Pertiwi dll 2. Pengolahan tanahMelakukan olah tanah atau tanpa olah tanah (TOT)3. Jarak tanam dengan sistim LegowoJarak tanam (100-50) cm x 20 cm. menggunakan garetan maupun ukuran yang sudah ditentukan4. memasukkan Benih pada lubang tanam dengan ditugal Benih per- lubang tanam dianjurkan hanya 1 biji per-lubang tanam pada sistim Legowo5. Penutupan Lubang tanam dengan pupuk organic Pupuk organik berfungsi untuk memudahkan tanaman jagung untuk tumbuh dan menyediakan unsur hara yang cepat diserap tanaman. INFORMASI A. Pandangan UmumSistim tanam legowo umumnya dikenal pada pertanaman padi sawah akan tetapi sistim legowo ternyata juga dapat diterapkan pada sistim pertanaman jagung. Berbeda dengan padi , tanaman jagung tidak membentuk anakan sehingga penerapan sistim legowo pada tanaman jagung diarahkan pada1. Meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari sehingga pengisian biji lebih optimal2. Memudahkan dalam hal penyiangan, pemupukan serta pemberian air3. Memudahkan penanaman untur pertanaman II dengan sistim tanam sisip yang dilakukan 2 minggu sebelum pertanaman l dipanenB. Wilayah pengembanganCara penanaman legowo dapat diterapkan pada lahan sawah maupun lahan kering dengan tingkat kesuburan tanah dan ketersediaan air yang cukup. Mengingat maksud penanaman legowo ini bukan semata untuk meningkatkan hasil , maka penerapan diutamakan dan dikaitkan dengan upaya peningkatan indeks pertanaman (IP) jagung. Dengan IP maka hasil panen dapat meningkat dan pengelolaan lahan menjadi lebih produktif. C. Menentukan jarak tanamAnjuran populasi tanaman untuk jagung adalah berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/hektar untuk tercapainya populasi tersebut tanam legowo, maka jarak tanam yang diterapkan adalah sebagai berikut :1. (100-50) cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) atau (100-50) cm x 40 cm (2 tanaman/lubang)2. (100-40) cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) atau (100-40) cm x 40 cm (2 tanaman/lubang) populasi 71.000tanaman/hektar. DAFTAR PUSTAKAhttp:// tanamanbawangmerah.blogspot.co.id/2015/04/cara-menanam-dan-budidaya-jagung-hibrida, diakses 12 maret 2016https://derlonezfpuisu.blogspot.co.id/2014/05/jarak-tanam-dan-penanaman, diakses 12 maret 2016http://goglewiblight.com/? Liteorl= http//anyebp2kp.blogspot.com/2015/06/budidaya-jagung-menggunakan-sistim-jajar-legowo, diakses 12 maret 2016Saeroji.2014.BENIH BERMUTU DAN JARAK TANAM SERTA PEMUPUKAN, Diklat budidaya jagung, 2014