Loading...

CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN YANG BAIK

CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN YANG BAIK
Pemimpin kelompok memiliki pengaruh yang kuat dalam proses kelompok, tidak terkecuali dalam konseling atau terapi kelompok. Setiap konseling atau terapi merupakan suatu proses yang kompleks. Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain faktor konselor atau terapis, metode yang digunakan dan karakteristik konseli yang dihadapinya. Oleh karena itu peranan, fungsi, kepribadian dan ketrampilan pemimpin adalah sentral dalam proses teraupetik (penyembuhan), maka semua model teoritis mencurahkan banyak perhatiannya pada pemimpin. Dalam dunia ilmiah telah lama diperdebatkan apakah seseorang dilahirkan dan ditakdirkan menjadi pemimpin ataukah dia ditempa menjadi pemimpin. Hasil penelitian menunjukan bahwa seseorang yang tergolong sebagai pemimpin yang berhasil adalah seseorang yang pada waktu lahirnya memang telah diberkahi dengan bakat kepemimpinan dan dalam karirnya mengembangkan bakat genetisanya melalui pendidikan dan pengalaman kerja. Pengembangan kemampuan pemimpin itu adalah dengan maksud agar yang bersangkutan semakin banyak memiliki ciri-ciri kepemimpinan. Meskipun dikalangan para ahli tersendiri kelafisikasi persyaratan pemimpin yang baik itu belum disepakati benar. Menjadi pemimpin yang baik bukanlah mudah. Pemimpin yang baik bukanlah pemimpin yang keras, yang suka marah dan yang ditakuti. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memimpin pengikutnya mencapai suatu tujuan tertentu. Pemimpin yang baik harus mempunyai karakter sebagai berikut Mempunyai karismaPemimpin yang mempunyai karisma akan memudahkan mengarahkan staf atau pengikutnya.Pemimpin yang tidak berkarisma akan kesulitan mengarahkan staf atau pengikutnya.Mempunyai integritasPemimpin harus mempunyai integritas dalam memimpin. Pemimpin harus setia terhadap nilai-nilai yang ditanamkan kepada pengikutnyaMempunyai dedikasiPemimpin yang berdedikasi akan mengerjakan visinya dengan kerja keras dan penuh semangat. Dedikasi yang dia kerjakan akan ditularkan kepada stafnyaBisa mengambil keputusanPemimpin harus bisa dan berani mengambil keputusan secara cermat. Untuk dapat mengambil keputusan secara cermat pemimpin harus memperhatikan banyak aspek dalam memutuskan.Mau membantuPemimpin yang baik harus mau membantu memecahkan masalah yang dihadapinyaBekerja tidak hanya memerintahPemimpin yang baik mau mengerjakan hal-hal yang dihadapi stafnya. Tentu saja dia akan mengerjakan sesuai porsi yang dia bisa kerjakan.Mau mendengarkanPemimpin yang baik harus mau mendengarkan masukan dan keluhan dari stafnya. Pemimpin tidak harus setuju terhadap pendapat dari staf, tetapi harus menghargai setiap pendapat. Dibawah ini beberapa ciri kepemimpinan yang baik :1. Pendidikan umum yang luas. Mempunya pendidikan umum yang luas tidak usah dan memang tidak perlu diidentikan dengan pendidikan tinggi dan pemilihan gelar akademis. Yang penting ialah bahwa seorang pemimpin yang baik adalah seorang generalis yang baik pula, oleh karena sebagai seorang generalis, ia akan mempunyai kemampuan untuk mengembangkan manajerial skill yang dituntut oleh tugasnya.2. Kemapuan berkembangn secara mental. Secara filosofis dapat dikatakan bahwa sesuatu organisme yang hidup, jika berhenti bertumbuh berarti sudah mulai dengan proses kematiannya. Demikian juga halnya dengan seseorang, termasuk pemimpin, yang jika tidak terus bertumbuh secara mental sesungguhnya telah dimulai dengan proses stagnasi dalam kehidupan kepemimpinannya.3. Ingin tahu. Secara filosofis lagi dapat dikatakan bahwa satu-satunya yang konstan didunia ini adalah perubahan. Perubahan lingkungan, perubahan alah, perubahan teknologi, perubahan prosedur kerja adalah beberapa contoh dari bidang-bidang yang seyogyanya selalu mendapat perhatian dari seorang pimpinan. Kemampuan analitis. Kemampuan menganalisa situasi yang dihadapi secara teliti, matang dan mantap merupakan prasyarat untuk suksesnya kepemimpinan seseorang. Terutama apabila kemampuan itu dikaitkan dengan super sistem, dan sub sistem yang selalu mempengaruhi organisasi yang dipimpinnya. 4. Memiliki daya ingat yang kuat. Sesorang pemimpin yang modern sering dihadapkan kepada informasi yang volumenya besar. Dia juga dihadapkan kepada orang-orang yang jumlahnya banyak. Dengan daya ingat yang kuat diharapkan ia dapat menjaring hal – hal mana dan siapa-siapa yang relevan baginya dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya. 5. Kapabilitas integratif. Dengan adanya fungsi-fungsi yang berbeda-beda, spesialisasi yang semakin beraneka ragam dan kepentingan yang berbeda-beda pula, kapbilitas integratif menjadi sangat penting karena hanya dengan kapabilitas yang demikianlah adaministrasi dan organisasi sungguh-sungguh dapat digerakan sebagai satu kesatuan yang bulat kearah pencapaian tujuan yang telah ditentukan. 6. Keterampilan berkomunikasi. Dalam memberikan perintah, instruksi, petunjuk, pedoman dan nasehat seorang pemimpin harus menguasai teknik – teknik berkomunikasi. Dalam hubungan ini perlu diperhatikan bahasa dalam arti kemampuan mempergunakan bahasa dengan baik, kejelasan ide yang hendak disampaikan dan teknik penyampaiakannya baik secara lisan mapupun secara tertulis. 7. Keterampilan mendidik. Seorang pemimpin pada dasaranya adalah juga seorang pendidik. Kenyataannya menunjukan bahwa apabila seseorang bawahan menghadapi kesulitan dalam pelaksanaan tugasnya ia akan cenderung untuk pergi keatasannya bukan saja untuk memperoleh petunjuk akan tetapi juga untuk meminta pengetahuan tentang cara melakukan tugasnya dengan baik. 8. Rasionalitas dan objektifitas. Kiranya dapat diterima jika dikatakan bahwa seorang yang emosional akan kurang berhasil sebagai seorang pemimpin artinya jika emosi merajai cara berpikir seseorang maka rasionalitas dan objektifitasnya akan berkurang yang mengakibatkan keputusna yang diambilnya akan menjadi kurang tepat.9. Pragmatisme. Membuat keputusan yang dapat dilaksanakan oleh aparatus pelaksana sesuai dengan kemapuan dan sumber-sumber yang tersedia, dan yang menurut perhitungan akan tersedia, merupakan salah satu ciri yang dikehendaki dari setiap pemimpin.10. Sense of priority. Berkaitan erat dengan pragmatisme adalah sifat dapat menentukan mana yang penting, kurang penting dan tidak penting. Dengan sens of priority ini maka keputusan akan mencerminkan sistem prioritas yang dianut. Hasilnya adalah bahwa masalah-masalah penting akan mendapat perhatian utama. 11. Sense of urgency. Biasanya skala prioritas dikaitkan dengan sense of Urgency karena memang sesuatu yang adalam skala prioritas tidak penting, maka urgensi untuk mengerahkan tenaga, keahlian, biaya dan peralatan lainnya akan berkurang. 12. Sense of timing. Mengetahui saat yang tepat atau tidak tepat untuk bertindak penting untuk dimiliki. Pengetahuan ini penting untuk tujuan alokasi sumber-sumber dan untuk pertimbangan-pertimbangan psikologis. 13. Sense of cohesiveness. Merasa satu dengan yang dipimpin, kolega setingkat dan atasan kiranya sangat penting terutama dalam mengembangkan kerjasama, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi tindakan. 14. Sense of relevance. Yang dimaksud disini terutama menyangkut relevansi keputusan yang diambil dengan tujuan yang hendak dicapai. 15. Kesederhanaan. Jika hendak memberikan teladan kepada bawahan, kesederhanaan dalam cara hidup kiranya merupakan syarat mutlak bagi setiap pemimpin.16. Keberanian. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi, dia memerlukan keberanian yang semakin besar.17. Kemauan mendengar. Salah satu sifat yang perlu dimiliki oleh setiap pemimpin adalah mau mendengarkan orang lain terutama bawahannya. 18. Adaptabilitas dan fleksibilitas. Sikap yang kaku akan merugikan seseorang dalam menjalankan peranannya sebagai pemimpin.19. Ketegasan. ketegasan dalam menghadapi bawahan dan menghadapi ketidak tentuan sangat penting. Ketegasan diperlukan dalam usaha menjamin stabilitas organisasi. Tentu saja tidak semua pemimpin memiliki karakter di atas secara penuh. Tetapi setiap pemimpin paling tidak berusaha di setiap point di atas. Kekurangan di satu point dapat ditutup oleh point yang lain. Misalnya dia tidak mempunyai karisma, tetapi jika dia mempunyai integritas dan dedikasi yang kuat maka dedikasi dan integritas ini dapat menutupi kekurangan di point karisma. (Ir. Amirudin Aidin Beng : Sumber Sistem Informasi untuk pengambilan keputusan, oleh Dr. S.P Siagian, 1980)