Kelompok Wanita Tani (KWT) dibentuk sebagai upaya pelibatan kaum perempuan secara langsung dalam usaha-usaha peningkatan hasil pertanian, seperti menjadi bagian dari motivator dalam adopsi dan pengenalan teknologi tani.Peran ganda wanita tani ini sangat strategis dalam peningkatan produktivitas usaha tani dan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan menuju kesejahteraan rumah tangga petani di pedesaan.KWT MAWAR (Poktan CITRA LAWU) adalah KWT yang terbilang masih sangat minim dengan pengalaman karena masih baru, tetapi kami bertekad untuk terus berusaha dan belajar dengan semangat kebersamaan. Wanita yang tergabung dalam Kelompok Tani ini adaalh wanita yang siap untuk didik oleh PPL dari Kecamatan Ngargoyoso, walaupun kami memiliki kesibukan dalam urusan rumah tangga kami, tetapi kami selalu meluangkan waktu untuk melakukan pertemuan dan mempraktekan hasil belajar kami.Ruang lingkup pemberdayaan perempuan untuk saat ini sudah sampai di tingkat desa bahkan di tingkat rukun tetangga (RT). Pemberdayaan perempuan dilakukan dari, oleh, dan untuk perempuan itu sendiri. Perempuan yang tinggal dikampung atau desa mayoritas hanya bermatapencaharian sebagai petani, pekebun, serta buruh dan sebagian kecil dari mereka yang bekerja sebagai guru, pejabat, PNS. Kesadaran masyarakat khususnya kaum perempuan akan pentingnya pemberdayaan sudah sangat tinggi. Pengetahuan dan ketrampilan akan membekali kaum perempuan untuk dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menentukan masa depan dan juga dapat berpartisipasi dalam mempengaruhi kehidupan di masyarakat.Dukuh Mener Desa Segorogunung Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu desa yang sudah menjalankan program pemberdayaan perempuan. Di desa tersebut baru terbentuk organisasi bagi pemberdayaan kaum perempuan sejak 2 tahun lalu. Mayoritas penduduk desa bermata pencaharian petani dan pekebun, kaum perempuan yang terlibat dalam sektor pertanian juga cenderung lebih banyak dibanding dengan sektor wirausaha. Melihat kuantitas perempuan yang terlibat dalam sektor pertanian cukup banyak dan adanya program yang diberikan pemerintah bagi kaum perempuan, maka disepakati bersama bahwa di Dukuh Mener Desa Segorogunung dibentuk suatu program pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan suatu wadah yang memberikan kesempatan bagi kaum perempuan untuk ikut andil dalam memajukan sektor pertanian. KWT digunakan sebagai sarana guna kelancaran kegiatan pembinaan kepada petani Desa Segorogunung untuk peningkatan kualitas sumber daya petani wanita. Salah satu kegiatan yang bisa mengaktualisasi kaum perempuan yaitu dengan mengikuti organisasiorganisasi perempuan. KWT Desa Segorogunung diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi perempuan di desa tersebut untuk menyalurkan kemampuannya dalam mengolah lahan pertanian dan melalui berbagai kegiatan yang diadakan oleh KWT dapat meningkatkan aktualisasi mereka di lingkungan soasialnya. Wanita Tani (KWT) bagi aktualisasi perempuan di Desa Segorogunung. Dengan semangat KWT MAWAR Dukuh Mener terbukti telah meraih juara satu (1) tingkat Kabupaten Karanganyar, selanjutnya pada tanggal 18 Januari 2018, tim penilai dari Provinsi Jawa Tengah yang langsung dipimpin Ibu Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), KWT MAWAR Dukuh Mener dinyatakan sebagai juara 1 (satu) Tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang nanti akan mewakili provinsi mengikuti lomba di tingkat Nasional. Luar biasa para pengurus dan anggota yang didukung dinas-dinas terkait (Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Karanganyar), KWT Mawar, sebagai Ketua Ibu. Sri Hartini, Sekretaris Sri Winarsih, SE, Wilayah binaan THL TBPP (Sularto) BPP Ngargoyoso. Penulis/sumber : Samino, S.TP,MM