Loading...

DAMPAK DAM PARIT TERHADAP PENINGKATAN INDEKS PERTANAMAN (IP)

DAMPAK DAM PARIT TERHADAP PENINGKATAN INDEKS PERTANAMAN (IP)
WKPP Sukapada dan Nanggewer merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Luas wilayah Sukapada dan Nanggewer adalah 2340,4 Hektar. Secara administratif Sukapada dan Nanggewer berbatasan dengan 2 kabupaten dan 3 kecamatan. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Majalengka, sebelah Timur dengan Desa Guranteng, sebelah Selatan dengan Desa Pagerageung dan Sukadana dan sebelah Barat dengan Kecamatan Kadipaten dan Kabupaten Garut. Berdasarkan orbitasi (jarak dari pusat pemerintahan kabupaten), Sukapada dan Nanggewer berada di sebelah utara Kabupaten Tasikmalaya dengan jarak dengan pusat pemerintahan Kecamatan 3 Km, kabupaten sejauh 36 kilometer dan dapat ditempuh dengan angkutan kota yang banyak tersedia dengan waktu selama 0,5 jam. Selain itu, jarak dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Bandung) sejauh 85 kilometer dan dapat ditempuh dengan kendaraan umum maupun pribadi dengan waktu selama 3 jam (Kabupaten dalam Angka, 2015). Ketinggian tempat Sukapada dan Nanggewer berkisar antara 470 sampai 1100 meter dari permukaan laut (mdpl) dengan topografi datar sampai berombak 35 persen, berombak sampai bergelombang 45 persen, bergelombang sampai berbukit 20 persen. Yang sangat menarik dari Desa Sukapada adalah adanya dam parit (bendung kecil) yang terletak di Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung. Dam parit selebar sekitar 4 meter dengan debit saat dikunjungi lebih dari 100 liter/detik dapat mengairi puluhan hektar hamparan lahan sawah yang terdapat di Desa Sukapada, Pagersari dan sekitarnya. Menurut Tjutju, SP Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian Kec. Pagerageung, sawah-sawah yang dapat pengairan dari dam parit dapat ditanami 3 kali dalam setahun atau memiliki indeks pertanaman (IP 300). Lebih lanjut Tjutju, SP, juga menjelaskan bahwa sawah di sekitar dam parit tersebut memiliki produktivitas yg sangat tinggi sekitar 7-8 ton/ha. Petani di daerah ini sangat fanatik terhadap padi varietas Ciherang dan Mekongga karena selain rasanya enak, harga jualnya juga baik. Berkat adanya dam parit di Desa Sukapada ini, menjadi salah satu sentra produksi padi di Kecamatan Pagerageung.