DAMPAK FESTIVAL BUDAYA PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI BADUNG UTARA
Pelaksanaan event Festival Budaya Pertanian yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2012, maka di tahun 2016 ini merupakan event yang kelima kalinya yang bertujuan untuk mengetahui dampak atau kesan masyarakat terhadap pelaksanaan festival budaya pertanian serta sebagai bahan untuk memperbaiki kegiatan di tahun yang akan datang. Kegiatan Festival Budaya Pertanian tahun 2016 ini dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada tanggal 29 Juli 2016 sampai dengan 1 Agustus 2016 di kawasan Jembatan Tukad Bangkung Desa Pelaga Kecamatan Petang, yang berlangsung selama 4 hari mengambil thema " Bhupalaka Raksa Raksitah " yang artinya memimpin dan mengayomi sehingga kegiatan festival ini merupakan salah satu terobosan inovasi untuk membangkitkan pembangunan pertanian di Badung Utara, sehingga dapat mengetahui dampak perkembangan ekonominya yang dapat meningkatkan tarap hidup masyarakat Badung Utara disamping melibatkan komponen pariwisata dan budaya. Kegiatan Festival Budaya Pertanian ini secara nyata dapat meningkatkan kerja sama antara pelaku pertanian dengan pelaku usaha sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di Badung Utara. Bahkan setiap tahun harapan masyarakat dalam pelaksanaan Festival Budaya Pertanian ini agar waktu pelaksanaannya di perpanjang sampai 7 hari (seminggu) dengan harapan itu, menunjukkan dampak yang positip terhadap perekonomian masyarakat di Badung Utara. Disaat pembukaan Festival Budaya Pertanian, masing-masing Kecamatan menyajikan pawai produk unggulan komodity yang potensi di wilayahnya yang disajikan dalam bentuk parade budaya oleh setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Badung. Simbaryadnya (PP.Madya Distanbunhut Badung)