Loading...

Dampak Salah Kelola Jerami Padi

Dampak Salah Kelola Jerami Padi
Berbagai hasil penelitian menggambarkan bahwa jerami padi sangat multi manfaat, baik untuk sumber hara tanaman, pembenah tanah, sumber pakan ternak, konservasi lahan, bahan bakar industri dan sebagainya. Namun apa bila salah dalam pengelolaannya, maka bukan manfaat yang diproleh, justru malah sebaliknya.Untuk petakan lahan sawah sebaiknya jerami padi tidak diberikan dalam bentuk segar, tetapi dalam bentuk kompos. Oleh karena jerami mengandung karbon dan nitrogen dengn C/N tinggi, maka pemberian pada lahan sawah menyebabkan N tanah terserap ke dalam jaringan jerami sebelum jerami dirombak oleh jasad renik di dalam tanah. Proses ini menyebabkan kandungan hara dalam tanah turun, sehingga berpotensi kahat N. Semakin banyak jerami yang diberikan semakin parah tanaman kekurangan N. Membakar jerami merupakan satu cara membuang jerami yang banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Keuntungan dengan cara ini hanaya bersifat individual, yaitu dapat membunuh hama dan penyakit yang melekat pada jerami, mempercepat menghilangkan jerami sehingga persiapan lahan lebih cepat, menghemat tenaga dan energi.Salah kelola jerami padi seperti membakar, menebarkan jerami segar pada lahan sawah atau pada lahan berdrainase buruk akan berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Gangguan asap sehingga mengganggu dan mencemari lingkungan, seperti gangguan pernapasan,amata pedih, mengganggu pandangan yang membahayakan bagi pengguna lalulintas dan sebagainya. Dari berbagai hal tersebut di atas perlu dicarikan solusi yang menguntungkan dengan memanfaatkan jerami untuk berbagai aspek. Jerami perlu dimaknai sebagai produk panen dan merupakan pendapatan tambahan dari usahatani padi. Untuk mengurangi terbentuknya emisi gas rumah kaca seperti CO2, CH4, N2O, maka pemberian jerami segar pada lahan swah sebaiknya dihindarkan. Sebaiknya pemberian jerami dalam bentuk kompos matang. Untuk lahan kering pemberian jerami adalah sebagai mulsa, karena dapat mengkonservasi kadar air tanah. Jerami padi mempunyai potensi besar sebagai pakan ternak ruminansia, terutama untuk sumber serat. Ketersediaan jerami di berbagai daerah cukup banyak, bahkan melimpah pada saat musim panen padi tiba. Akan tetpi kualitas gizi jerami rendah yang ditandai oleh rendahnya kandungan protein dan tingginya kandungan silica dan lignin, sehingga kecernaan jerami padi rendah. Oleh karena itu pemberian jerami mentah langsung kepada ternak sebaiknya dihindari karena kurang baik dari aspek kesehatan ternak. Oleh karena itu diperlukan teknik atau manipulasi pakan ternak asal jerami segar agar ramah lingkungan dan dapat memenuhi standar gizi ternak itu sendiri. Pemberian jerami padi hasil permentasi pada ternak sapi dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Selain itu pemberian jerami padi permentasi pada ternak sapi juga tidak mengurangi respon fisiologis ternak, tetapi respon jenis sapi terhadap jermai padi hasil permentasi bervariasi menurut asal ternak (Kostaman at al, 1999).Limbah pertanian termasuk jerami padi di Indonesia cukup besar dan sebagiaan besar mengandung lignoselulosa yang memilikim potensi untuk pengembangan produk masa depan. Degradasi lignoselulosa dapat digunakan sebagai bahan baku industri pangan,minuman, pakan, kertas, teksti dan kompos (Richana at al, 2004).Dari hasil penelitian dan informasi bahwa jerami padi banyak sekali manfaatnya baik sebagai sumber hara tanaman, sumber bahan organik, pembenah tanah, mulsa, konservasi lahan, sumber pakan ternak, bahan bakar, maupun bahan dasar industri dan lain sebagainya. Namun agar diperoleh multi manfaat, maka pengelolaannya harus tepat melalui penggunaan teknologi sesuai kebutuhannya. Ruslia Atamaja (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Sumber : Puslitbang Tanaman Pangan