Loading...

DAMPAK UPSUS PAJALE KECAMATAN KAPETAKAN

DAMPAK UPSUS PAJALE KECAMATAN KAPETAKAN
Proses bertani atau budidaya pertanian dalam hal tanam padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia, bagai mana tidak.. beras menjadi salahsatu produk yang sangat penting, ini dikarenakan beras menjadi produk yang termasuk pada Sembilan bahan pokok. Banyak hal yang mempengaruhi proses meningkatnya produksi padi, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, peningkatan Indeks Pertanaman dan lain sebagainya. Pada saat ini ada cara yang bisa di tempuh oleh petani dalam proses meningkatkan produksi padi salah satu yang bisa di pilih yaitu dengan Cara Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo akan tetapi di Desa Pegagan Kidul Kecamatan Kapetakan akan dilakukan peningkatan IP dari 200 menjadi IP 300. Didalam UPSUS PAJALE di Kecamatan Kapetakan khususnya Desa Pegagan Kidul telah dilaksanakan panen dengan dilakukan ubinan pada lokasi lahan Demplot Bapak Casmad Sariban yaitu dengan mengukur 2,5 x 2,5 m sebanyak tiga kali ulangan dengan hasil ubinan rata- rata 6,08 Kg sehingga diperkirakan mendapatkan hasil 9,08 Ton/Ha dengan menggunakan varietas Inpari 32 yang ditanam pada 24 juni 2019 dan panen 27 September 2019 Dampak yang dirasakan oleh petani penerima program UPSUS PAJALE dan kelompok tani sekitarnya adalah ilmu yang didapat oleh petani dari pertemuan yang dilaksanakan pada setiap pertemuan UPSUS PAJALE, dan yang paling penting dampak yang dirasakan adalah peningkatan produksi antara 1.45 - 5 Ton pada musim Gadu. Dan tidak kalah penting lagi dampak dari program UPSUS PAJALE adalah peningkatan IP 300 yang dilakukan oleh kelompok tani telar gedang dan sekitarnya walupun hanya 17 Ha. Ini dilaksanakandengan pertimbangan bahwa ketersediaan air setelah panen masih ada maka akan dimanfaatkan untuk sebar dan air untuk selanjutnya diharapkan dari air hujan sehingga kebutuhan air dapat terus tersedia sampai panen. Umur panen tanaman padi dihitung dari saat tabur atau tanam atau setelah 100 % tanaman berbunga, yang lamanya tergantung pada varietas, tempat, kondisi pertanaman, musim, iklim dan teknologi yang diterapkan. Umur tanaman padi varietas unggul berkisar antara 110 – 120 hari. Selain perkiraan panen menurut umur, panen padi juga bisa diperkirakan dari tanaman berbunga 100 %, Biasanya varietas unggul perkiraan panen sekitar 30 – 40 hari setelah tanaman berbunga serempak.dan perkiraan panen dari pertanaman Gadu II diperkirakan pertengahan bulan februari 2020 akan tetapi bagi yang melaksanakan tanam pad gadu II maka sepakat akan melaksanakan sebar culik dengan menumpang pada petani atau kelompok lain sehingga dapat tanam pada Musim Tanam I sama dengan kelompok tani dan petani lainnya.