Loading...

Dana Desa dan Perberdayaan Kelompok Wanita Tani

Dana Desa dan Perberdayaan Kelompok Wanita Tani
Pemerintah telah menempatkan kaum perempuan sebagai partner yang manis bagi pembangunan. Isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang berkisar dalam suatu pemikiran bahwa perempuan sebagai sumber daya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women In Development (WID) dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional. Tidak sedikit tantangan yang diberikan globalisasi terhadap perempuan. Dalam segala bidang perempuan ditantang untuk mampu survive, sehingga tidak dijadikan objek yang termarginalisasi atau tersubordinasi. Tantangan tersebut terletak pada pendidikan keluarga, ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya yang kemudian dikerucutkan menjadi dua tantangan, yaitu pertama tantangan domestik dimana seorang perempuan harus memainkan peranannya sebagai bagian dari keluarga dan sebagai tantangan publik yaitu merupakan tantangan bagi seorang perempuan sebagai bagian dari masyarakat. Melihat posisi perempuan dimasa sekarang, beberapa Nagari di Kabupaten Pasaman melakukan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani melalui perannya sebagai bagian dari keluarga dan bagian dari masyarakat. Dana desa yang peruntukannya dibagi menjadi 2 yaitu untuk fisik dan peberdayaan masyarkat Sebagai mana yang di tuangkan dalam PP 60 tahun 2014 pasal 19 dijelaskan bahwa diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan yang diarahkan untuk pemberdayaan kelompok perempuan ini diharapkan adanya peran yang lebih baik lagi bagi perempuan sebagi bagian keluarga dan bagian dari mayarakat. Di Nagari Jambak meberikan pelatihan 4 Kelompok Wanita Tani dalam pengolahan pangan lokal, diharapkan perempuan yang mendapat pelatihan ini dapat mengembangkan yang telah didapat mereka setelah pelatihan untuk menambah usaha ekonomi keluarga yang tentunya berimbas pada tingkat kesejahteraan yang lebih baik, selain itu dengan berbekal pelatihan tersebut sebagai ibu rumah tangga tentunya dapat menyediakan konsumsi pangan di keluarga yang lebih sehat dan bergizi. Sementara itu di Nagari Aia Manggis dan Nagari Simpang memberikan pembekalan pada Kelompok Wanita Tani yang ada di Nagari tersebut tentang pemanfaatan pekarangan. Dengan pelatiha tersebut diharapkan peserta pelatihan dapat menjadikan pekarangan mereka sebagai sumber pangan yang tentunya berimbas pada kesehatan keluarga dan pengurangan uang belanja untuk keperluan pangan. –Prasetyo--