Loading...

Dari Kalimantan Utara Belajar tentang Pemanfaatan Lahan Pasir ke Kabupaten Bantul

Dari Kalimantan Utara Belajar tentang Pemanfaatan Lahan Pasir ke Kabupaten Bantul
Pemanfaatan lahan pasir pantai untuk usaha pertanian tidak mudah seperti perlakuan pada lahan sawah, karena lahan pasir pantai merupakan lahan dengan ciri tekstur tanahnya yang berupa pasiran, struktur tanahnya lepas dan sangat porus,sehingga kemampuannya dalam menahan air rendah. Kondisi tersebut menjadi tidak menguntungkan bagi setiap upaya pemupukan, karena kebutuhan pupuk menjadi berlipat. Selain itu lahan pasir memiliki bahan organik dan nitrogen yang rendah. Adapun Kabupaten Bantul sebagai wilayah dari Provinsi DI Jogjakarta yang paling selatan, dikenal sebagai daerah yang memiliki kawasan lahan pasir pantai yang potensial bagi pengembangan tanaman hortikultura, dan dianggap cukup berhasil dalam penerapan teknologi pertanian lahan pasir pantai. Demikian antara lain hal yang menjadi alasan bagi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, menjadikan Kabupaten Bantul sebagai tempat untuk mempelajari pemanfaatan lahan pasir pantai sebagai lahan pertanian. Rombongan dari BP2KP Kab. Bulungan, pada Rabu (20/05) ini ditemui oleh Kepala BKP3 Kab. Bantul, Ir. Pulung Haryadi, MSc. dan Sekretaris, Ir. R. Bambang Pin E., MM. Ikut menemui tamu kunjungan tamu tersebut, Koordinator Penyuluh Kabupaten, Sugeng Prayitno, SP., MSc., Penyuluh Kabupaten, Koiman, SP., MMA. dan Penyuluh Koordinator BPP Sanden, Herman Sunarto, AMd. Dalam pertemuan, Kepala BP2KP Kab. Bulungan, drh. Achmad Yani, menyampaikan bahwa mereka bermaksud untuk mencari informasi tentang teknik-teknik dalam hal pemanfaatan lahan pasir sebagai lahan pertanian. Pihak BKP3 Kab. Bantul menerima dengan senang hati dan memfasilitasi kunjungan dengan mengantarkan untuk melihat langsung pada lokasi lahan yang telah menerapkan teknologi tersebut di Kecamatan Sanden, agar dapat mengobservasi langsung bagaimana pengelolaan sumberdaya dan sarana, serta penerapan teknologinya oleh petani.