Loading...

Dari Limbah Menjadi Berkah Akibat Pupuk Organik

Dari Limbah Menjadi Berkah Akibat Pupuk Organik
Pertanian Organik merupakan pertanian masa depan, pertanian berkelanjutan yang mampu berdaya saing dan memiliki nilai yang tinggi. Maka pertanian organic selalu di suarakan oleh pemerintah. Namun, kendala terbesar dari pertanian organic adalah ketersedian sumber organic sebagai bahan / media tumbuh bagi tanaman. Banyak dari para petani lebih memilih memanfaatkan pupuk non organic (kimia) sebagai makanan bagi tumbuhannya, karena lebih efisien, mudah dan cepat dalam aplikasi, padahal pemakaian pupuk kimia yang terus menerus akan mengakibatkan rusaknya tanah dan ekosistem yang ada. Dengan kondisi diatas, maka kelompok tani Raso di Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara yang memiliki jumlah ternak sapi 23 ekor, menghadirkan sebuah inovasi pembuatan pupuk organic, yang diberi nama RASORGANIK. diharapkan dengan hadirnya pupuk organic ini bisa mengurangi pemakaian pupuk kimia yang telah berlangsung lama. Adapun cara pembuatan pupuk organic versi Kelompok Raso adalah : Feces diangkat dari kandang Feces diletakkan di tempat pengeringan Setiap 1 ton feces dicampur dengan : Kapur Dolomit 100 Kg Bahan Perombak ( EM 4) 250 CC dan Sisa Pakan / Limbah tanaman Dilakukan pengadukan 1 x seminggu selama 3 minggu (3 kali pengadukan ) Masukkan ke dalam gudang penggilingan Penggilingan Pengemasan ke dalam karung. Untuk saat ini harga per Kg pupuk Rasorganik adalah 900 rupiah. Produksi pupuk perminggu sekitar 2 Ton jadi pendapatan kelompok dari produksi pupuk perminggu sekitar Rp. 1.800.000. jika dihitung secara Analisa, berbisnis pupuk organic versi kelompok Raso merupakan usaha yang sangat menguntungkan. Oleh : EKO SUWANTO Penyuluh Pertanian BPP Payakumbuh Utara