Kemunculan metode penyuhan disebabkan kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu berbeda-beda. Tak hanya itu, tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya pun berbeda-beda. Oleh karenanya perlu ditetapkan suatu metode penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna. Berbagai metode penyuluhan pertanian yang telah dikembangkan merupakan khazanah pengetahuan yang perlu dilestarikan dan terus ditingkatkan. Untuk itu perlu dipertimbangkan pemilihan metode penyuluhan pertanian sebagai bahan acuan bagi para penyuluh pertanian, pengelola penyuluhan pertanian maupun pihak terkait dalam upaya pembangunan pertanian.Pertimbangan-pertimbangan pemilihan metode penyuluhan pada dasarnya dapat digolongkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu dari segi sasaran, penyuluh dan lingkungan. A. Sasaran. Yang perlu dipertimbangkan oleh penyuluh dari segi sasaran antara lain, adalah : 1. Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap dari pada sasaran. Sasaran yang perlu diperhatikan dari segi golongan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah masing-masing kelompok/golongan masyarakat pelaku utama. Dalam hal ini sangat erat hubungannya dengan tingkat pendidikan masyrakat, apakah disatu daerah banyak buta huruf ataukah rata-rata sudah tingkat pendidikannya. Kalau banyak yang buta huruf tentu tidak dapat menggunakan metode penyebaran bahan tulisan dan sebaginya. Erat hubungannya dengan keadaan ini adalah tahap penerapan (adopsi) yang sudah mereka capai, seperti diuraikan dalam bab pendahuluan. Tentu tahap penerapan dari petani disuatu daerah bermacam-macam, demikain juga kecepatannya sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah mereka miliki. Penyuluh harus mampu mengetahui dalam tahap mana sebagian besar dari sasarn itu berada. Setelah itu penyuluh harus menghubungkan dengan tujuan yang akan dicapai. Hal ini penting untuk dapat menentukan metode mana yang paling tepat. Perlu diketahui bahwa satu metode penyuluhan mungkin dapat mencapai lebih dari satu tujuan dan satu tujuan mungkin harus dicapai dengan beberapa metode penyuluhan.2. Sosio kultur pertimbangan lain dalam kondisi sasaran adalah keadaan sosial adat kebiasaan, norma-norma dan pola kepemimpinan. Penyuluh harus mengetahui adat kebiasaan sasaran, norma-norma yang berlaku dan status kepemimpinan yang ada. Hal ini penting, bukan saja dalam pemilihan metode penyuluhan tetapi juga dalam menentukan teknik-teknik penyuluhannya. B. Penyuluh dan Kelengkapannya. Yang perlu dipertimbangkan dalam hal ini adalah antara lain: kemampun penyuluh, materi penyuluhan dan sarana serta biaya penyuluhan. 1. Kemampuan penyuluh. 2. Materi penyuluhan. 3. Sarana dan biaya penyuluhan. C. Keadaan Daerah. Dalam Pemilihan metode penyuluhan para petugas perlu mempertimbangkan kondisi daerah dimana ia akan melaksanakan kegiatan penyuluhan. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian adalah : Musim; Keadaan usaha tani; Keadaaan lapangan perlu juga dipertimbangkan. Apakah disuatu daerah letak perkampungannya padat, terkonsentrasi pada suatu lokasi atau rumah-rumah penduduk jaraknya berjauhan.D. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan pemerintah yang berasal dari pusat maupun daerah kadang-kadang menentukan dalam pemelihan metode penyuluhan. MENETAPKAN ALTERNATIF METODE PENYULUHAN PERTANIAN Pemilihan metode penyuluhan pertanian secara umum adalah sebagai berikut:a. Metode–metode dengan pendekatan massal dipergunakan untuk menarik perhatian, menumbuhkan minat dan keinginan serta memberikan informasi selanjutnya.b. Metode-metode dengan pendekatan kelompok biasanya dipergunakan untuk dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang suatu teknologi. Metode tersebut ditujukan untuk dapat membantu seseorang dari tahap menginginkan ke tahap mencoba atau bahkan sampai tahap menerapkan.c. Metode-metode dengan pendekatan perorangan, biasanya sangat berguna dalam tahap mencoba hingga menerapkan, karena adanya hubungan tatap muka antara penyuluh dan sasaran yang lebih akrab. Di sini perlu diperhatikan oleh penyuluh, bahwa metode pendekatan perorangan itu dilakukan apabila sasaran sudah hampir sampai ke tahap mencoba dan bersedia mencoba yang tentunya memerlukan bimbingan untuk memantapkan keputusannya.d. Faktor lain yang memegang peranan dalam pemilihan metode adalah masa kerja penyuluh di suatu tempat. Penyuluh yang belum lama bekerja di suatu daerah perlu mengenal situasi dan kondisi daerah kerjanya. Dalam taraf permulaan ini metode penyuluhan yang terbaik adaah pendekatan perorangan. Apabila kemampuannya dalam pengenalan sasaran dan keadaan sudah ia miliki, maka metode penyuluhan yang efektif dalam menjangkau sasaran yang lebih besar adalah pendekatan kelompok atau massal. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM) Sumber : 1. Departemen Pertanian, Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, 1985.2. Rokhman, M. Khayatul.Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian (http://www.rohman.tripod.com/lapangan/metode.htm, diakses 2015)