Loading...

DEAD OR CHANGE PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN KETAPANG

DEAD OR CHANGE PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN KETAPANG
Kegiatan penyuluhan adalan kegiatan pembelajaran bagi para penyuluh dan petani dalam mengadopsi teknologi dan ilmu pengetahuan dalam kegiatan pertanian. Kurang pahamnya para penyuluh dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya dalam kegiatan pembangunan pertanian menjadi penghambat tersendiri dalam kegiatan tersebut hal ini disebabkan oleh kurangnya pembekalan-pembekalan maupun pelatihan-pelatihan bagi para penyuluh tersebut dalam rangka menginggatkan kembali kewajiban-kewajiban penyuluh serta untuk meningkatkan kemampuan penyuluh itu sendiri. Penyuluh pertanian di Kabupaten Ketapang sebanyak 161 Orang penyuluh yang terdiri atas Penyuluh Pertanian PNS sebanyak 66 Orang, Tenaga Harian Lepas tenaga Bantu Penyuluhan Pertanian (THL-TBPP) Sebanyak 21 Orang, Tenaga Harian Lepas Revitalisasi perkebunan (THL Revitbun) sebanyak 7 Orang, Penyuluh Honorer Sebanyak 64 Orang, Penyuluh Pendamping IPDMIP sebanyak 3 Orang yang ditempatkan pada 263 Desa dan kelurahan di 20 Kecamatan di Kabupaten Ketapang Beragamnya kompetensi penyuluh menjadi tantangan tersendiri karena dari segi pendidikan sebanyak 17 Penyuluh bukan berbasic pertanian sehingga harus lebih giat lagi dalam peningkatan kapasitas diri untuk membantu kelancaran proses pendampingan kegiatan usaha petani. Selain itu banyaknya regulasi pemerintah terhadap pertanian dan penyuluhan menyebabkan harus dilakukannya bimtek peningkatan kapasitas tenaga penyuluhan pertanian/perkebunan di Kabupaten Ketapang dengan mendatangkan Narasumber yang Kompeten di Bidangnya. Ir. Siti Nurjanah MMA. Seorang Penyuluh Pertanian Utama dari Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia hadir dalam rangka kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan pada tanggal 4 Desember 2019 di Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabuapten Ketapang Bu Nur Sapaan akrab beliau Mengatakan sangat bersyukur dapat bertemu dengan para Penyuluh Pertanian Kabupaten Ketapang. Kehadiran beliau memenuhi undangan dari Kepala Dinas Pertanian Pertanian dan Perkebunan Ketapang sebagai Narasumber dalam kegiatan Bimtek dan menyampaikan materi sesuai yang dibutuhkan para penyuluh pertanian di Ketapang. diawal pemaparannya beliau menyampaikan bahwa penyuluh harus berubah. Itu kuncinya beliau memberi istilah mati atau merubah (dead or change) agar penyuluh bisa lebih maju dan berkembang. Berbagai permasalahan yang dihadapi para penyuluh dewasa ini pada umunya sama disetiap daerah, seperti juga di Kabupaten Ketapang oleh karena itu dalam kesempatan tersebut bu Nur Menyampaikan materi tentang regulasi-regulasi terbaru yang berkaitan dengan pertanian dan penyuluhan, Pengelolaan BPP Kecamatan yang baik dan benar, Uji Kompetensi Bagi Penyuluh Pertanian, Penyusunan Angka Kredit dan kiat-kiatnya serta program dari Kementerian Pertanian yang baru yaitu Komando Strategis Pembangunan Pertanian di Kecamatan (Konstratan). Para penyuluh antusias dalam menerima dan mendengarkan penjelasan dari Bu Nur. Berbagai pertanyaan muncul terkait kegiatan penyuluhan seperti Kapan Kejelasan PPPK, Bagaimana mengatasi kendala dalam penyusunan angka kredit bagi penyuluh PNS, Anggaran untuk BPP dan Penyuluh serta Uji Kompetensi dan lain sebaginya. Bu Nur menjelaskan bahwa kejelasan tentang PPPK masih menunggu tindaklanjut dari pemerintah, pada dasarnya PPPK sudah dianggarkan pemerintah dalam pembiayaannya, Bu Nur juga menyampaikan kiat-kiat dalam penyusunan angka kredit bagi penyuluh sesuai dengan aturan yang ada. Terkait uji kompetensi, Para penyuluh berharap tempat pelaksanaan Uji kompetensi penyuluh diharapkan dilaksanakan tidak jauh dari asal penyuluh tersebut dengan catatan tempat tersebut bisa memenuhi syarat yang tetapkan pemerintah misalnya UPT terdekat dan terkait. Selanjutnya, beliau menambahkan bahwa penganggaran kegiatan penyuluhan bisa diambil dari eselon-esolan terkait yang sudah ada MOU dengan pemerintah. jadi tidak terpaku pada satu kementerian saja. fasilitasi keuangan di bpp menjadi sangat penting menginggat BPP Kecamatan dijadikan sentra dalam pelayanan informasi bagi para petani. Kedepannya diharapkan pemerintah dapat memberikan peran lebih banyak bagi bpp untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan tudas dan fungsi bpp. pak menteri yang baru mengharapkan adanya hubungan erat agar kegiatan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Akhirnya beliau berharap kegiatan Bimtek ini dapat menjadi stimulan baru bagi para penyuluh untuk berkembang kearah yang lebih baik lagi untuk membantu petani mencapai kesejahteraannya. Penulis : Syahrudin,SP Penyuluh Pertanian Pertama Kabupaten Ketapang Verifikator : Nini Marina,S.Hut. Kepala Bidang Penyuluhan