Loading...

Demca Pembuatan Pestisida Nabati di desa Rantau Karau Hilir Kecamatan Sungai Pandan

Demca Pembuatan Pestisida Nabati di desa Rantau Karau Hilir Kecamatan Sungai Pandan
Kegiatan demonstrasi cara pembuatan pestisida nabati ini dilaksanakan pada hariJum’at tanggal 6 September 2019 di kelompok tani Rawa Makmur Desa Rantau Karau Hilir Kecamatan Sungai Pandan. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang mulai diminati oleh petani, terlebih makin banyaknya penggunaan pestisida kimia yang digunakan oleh petani dengan tujuanmengendalikan hama penyakit di lapangan yang diketahui mempunyai banyak dampak negative, salah satunya residu yang tersisa pada produk yang dihasilkan seperti buah, sayur dan lain-lain. Sehingga kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi penggunaan bahan kimia di lapangan sehingga keberadaan populasi hama di lapangan masih seimbang dengan keberadaan musuh alaminya. Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Pestisida nabati bersifat “pukul dan lari” (hit and run), saat diaplikasikan, akan membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati, residunya akan hilang di alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisda sehingga aman dikonsumsi manusia. Pestisida nabati menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida kimia. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar. Cara Kerja Pestisida Nabati merusak perkembangan telur, larva dan pupa. menghambat pergantian kulit. mengganggu komunikasi serangga. menyebabkan serangga menolak makan. menghambat reproduksi serangga betina. mengurangi nafsu makan. memblokir kemampuan makan serangga. mengusir serangga. menghambat perkembangan patogen penyakit. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk mengolah pestisida nabati yaitu dengan Teknik merendam, mengekstrak, atau merebus bagian tertentu dari tanaman yang mempunyai efek mengusir hama. Pada kegiatan ini, kelompok tani mempraktekkan cara pembuatan pestisida nabati dengan bahan dasar daun sirsak yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.Daun sirsak mengandung senyawa golongan annanoin & resin yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama Thrips, wereng, belalang, ulat, dan kutu-kutuan. Cara Pembuatan Pestisida Nabati Daun Sirsak adalah : Siapkan 100 lembar daun sirsak dan bawang putih, tumbuk sampai halus. hasil tumbukan direndam dalam 5 liter air dan 15 gram deterjen (sabuncolek). Diamkan selama 1 malam. Saring campuran tersebut menggunakan saringan agar tidak terikut ampasnya. Tiap 1 liter air diencerkan dengan 10 liter air atau 1 tangki sprayer diberi 1 liter larutan. Semprotkan pada tanaman yang terserang. (Farida Adriani, SP)