Loading...

DEMFARM METODA HAZTON

DEMFARM METODA HAZTON
Pulau Kalimantan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan hasil pertambangan dan perkebunan. Selama bertahun-tahun, pertumbuhan ekonomi di Pulau Borneo ini ditopang oleh produk komoditas, seperti batu bara dan kelapa sawit. Siapa sangka, di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, tersimpan potensi sebagai lumbung padi. Bukan karena lahannya yang luas sehingga bisa menghasilkan padi dalam jumlah yang besar, melainkan Dinas Pertanian setempat menemukan suatu metode tanam yang mampu meningkatkan hasil padi hingga dua kali lipat. Adalah Anton Komaruddin, salah seorang staf di Dinas Pertanian tersebut yang menemukan metode tanam Hazton. Nama Hazton berasal dari gabungan namanya dan nama Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Hazairin. Metode Hazton ini unik, keunikannya terletak pada jenis bibit padi yang ditanam dan jumlah bibit yang ditanam pada satu lubang. Jika umumnya metode biasa hanya menggunakan tiga bibit dalam satu lubang, metode Hazton menggunakan 20-30 bibit untuk satu lubang penanaman padi sehingga lebih rimbun. Metode Hazton ini, umumnya menggunakan bibit padi yang lebih tua. Alasannya, bibit padi yang semakin tua akan lebih tahan terhadap penyakit. Dari hasil penelitian yang dilakukan Anton dan Hazairin didapati bahwa semakin padat bibit padi yang ada dalam satu lubang akan menghasilkan padi yang semakin banyak dan berkualitas. Selain itu, bibit padi yang semakin banyak akan lebih tahan berkompetisi dilapangan. Selama ini masyarakat salah kaprah dengan mitos bibit padi tua tidak dapat menghasilkan butir padi yang banyak. Ia mengatakan dengan metode ini, bibit padi yang semakin tua justru menghasilkan padi yang makin baik lantaran tahan dengan hama. Adapun kebutuhan air dari penanaman metode Hazton dibandingkan metode umum menurutnya relatif sama. Tapi tentu saja metode ini memiliki kekurangan, berikut ini adalah beberapa keunggulan dan kelemahan metode Hazton. Keunggulan: Produksi panen tinggiMudah dalam penanamannyaTanaman cepat beradaptasi/ tidak stres setelah tanam.Relatif tahan terhadap hama keong mas dan orong-orong.Sedikit atau bahkan tidak ada penyulaman dan penyianganUmur panen lebih cepatMutu gabah tinggiProsentase beras pecah tergolong rendahKelemahan: Memerlukan tambahan benih dari biasanya, keperluan benih untuk metode hazton berkisar antara 100-120 kg/ ha.Karena tanaman rimbun, maka perlu dikawal dengan agencia hayati (imunisasi padi, penggunaan decomposer/sterilisasi lahan, dan bio fungisida).Perlu pupuk (organik/ anorganik) tambahan dari dosis normal.(DRE) Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com