Loading...

DEMFARM SL-JAGUNG TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI DI WKPP CIPANCUH BPP HAURGEULIS

DEMFARM SL-JAGUNG TEKNOLOGI SPESIFIK LOKASI DI WKPP CIPANCUH BPP HAURGEULIS
Demfarm atau Demonstrasi usahatani berkelompok merupakan demonstrasi yang dilakukan secara kerjasama oleh petani dalam suatu kelompoktani dengan luas 1 – 5 hektar. Komoditi yang diusahakan adalah jagung. Tanaman Jagung di WKPP Cipancuh umumnya diusahakan pada lahan sawah (tadah hujan)setelah tanaman padi gadu, demfarm SL-Jagung yang diterapkan menggunakan teknologi spesifik lokasi yaitu : (1) VarietasVarietas yang dianjurkan hibrida atau komposit. Untuk efisiensi biaya produksi terkait dengan frekuensi pemberian air dan bahan bakar pompa, dianjurkan menggunakan varietas toleran kekeringan atau berumur genjah. (2) Benih.Benih harus bermutu tinggi, daya keambah minimal 95%. Sebelum diatanam, benih diampur fungisida metalaksil (2 g/kg benih). Agar terampur merata, fungisida dibasahi dengan air (2 g/10 ml air). Kebutuhan benih 15-20 kg/ha. (3) Pengolahan TanahLahan disiapkan secepatnya baik tanpa olah tanah maupun dengan pengolahan tanah. Pada tanah bertekstur ringan tidak diperlukan pengolahan tanah, lahan cukup dibersihkan dari sisa jerami padi, dan jika gulma dapat mengganggu pertumbuhan awal, dapat dikendalikan dengan hebisida seminggu sebelum tanam. (4) PenanamanPenanaman dilakukan secara konvensional menggunakan tugal kayu, Jarak tanam 75 x 40 m, dua benih per lubang. (5) PemupukanKalau diperlukan dan tersedia, pupuk organik diaplikasikan saat tanam dengan takaran 25-50 g/lubang (setara 1,5-3,0 ton/ha) sebagai penutup benih. Tabel 1. Jenis takaran dan waktu pemberian pupuk anorganikJenis Pupuk Takaran (kg/ha) Komposisi takaran pupuk (%) berdasarkan waktu aplikasi 7-10 HST 28-30 HST 40-45 HSTUrea 300 25 50 25 (BWD)SP-36 50 100 - -NPK 300 50 50 - Cara Pemberian Pupuk : ? Saat umur 7 HST, pupuk urea+SP 36+NPK diampur merata dan diaplikasikan dengan cara di tugal sedalam 5-10 cm jarak 5-10 cm disamping tanaman dan lubang pupuk ditutup tanah.? Saat umur 28-30 HST, Pupuk Urea+NPK diberikan dengan cara ditugal sedalam 5-10 cm jarak 10-15 cm disamping tanaman dan lubang pupuk ditutup tanah.? Saat umur 40-45 HST, aplikasi urea didasarkan pemantauan warna daun dengan BWD. Jika nilainya berada pada skala kurang, maka tanaman perlu dipupuk urea dengan takaran sesuai nilai skala pada Tabel 1. (6) Pembuatan Saluran IrigasiSaluran irigasi dibuat pada setaip baris atau setiap 2 baris tanaman. Untuk menghemat tenaga kerja, pembuatan saluran irigasi sebaiknya dikerjakan bersamaan dengan penyiangan pertama (14-20 HST). (7) Pengairan TanamanSelama pertumbuhan tanaman jagung biasanya diairi 5-6 kali tergantung kondisi. Sebagai indikator perlunya pengairan adalah jika daun tanaman sebelum tengah hari telah mulai menggulung. Pengairan tanaman dihentikan 10 hari menjelang panen. (8) Pengendalian Hama dan PenyakitHama utama tanaman jagung adalah lalat bibit penggerek batang dan penggerek tongkol. Insektisida yang dianjurkan adalah karbofuran. Penyakit utama jagung adalah bulai yang disebabkan jamur Peronesclerosporasp. Pengendalian dengan perlakuan benih yaitu menampur benih engan fungisida metalaksil (2 g/kg benih). (9) Penyiangan GulmaPenyiangan pertama dilakukan saat membuat alur drainase (tanaman berumur 14-20 HST). Penyiangan kedua tergantung kondisi gulma, dapat dilakukan secara manual atau menggunakan herbisida kontak paraquat 1,0-1,5 l/ha. (10) Panen dan Prosesing HasilSebelum panen dilakukan pemangkasan bagian tanaman diatas tongkol saat biji menapai masak fisiologis atau kelobot mulai mengering/berwarna coklat. Panen saat cuaca cerah, kadar air biji ±30%, biji mengeras dan telah membentuk lapisan hitam minimal 5% setiap barisan biji. Tongkol segera dijemur. Jika kadar air telah mencapai ± 20%, jagung dipipil dengan alat pemipil. Biji dijemur lagi hingga kadar air 14% dan siap dipasarkan. Penulis : Momo Rusmawan, SPKP.Penyuluh Pertanian Madya - BPP HaurgeulisDinas Pertanian Kabupaten Indramayu