Sejumlah petani dan petugas mengemukakan, mengaku sangat puas melihat demo hasil kerja mesin panen padi yang diujicobakan di lahan milik Slemet di dukuh Sigentong Desa Sewaka Kecamatan Pemalang pada Rabu pagi tadi tanggal 1 April 2015. banyak hal yang bisa dihemat, selain waktu panen, kehilangan panen dan tenaga kerja jauh lebih sedikit dan yang lebih penting biaya jauh lebih murah dengan menggunakan combine. †Kalau pakai cara bisaa, minimal 11 persen gabah kita hilang, biaya per 1 ha mencapai 4 juta rupiah, dengan mesin ini hanya 2 persen yang hilang, dan biayanya hanya sekitar 2 juta rupiah dan ditambah waktu yang dibutuhkan hanya sekitar 4-5 jam kalau combine kecil tapi kalau yang besar hanya 2 jam†kata Sudiyanto, Penyuluh pada KJF Dipertanhut Kabupaten Pemalang. Hal yang senada disampaikan Kepala Dipertanhut Kabupaten Pemalang Suharto, SIP, M.Si. Menurutnya, mesin tersebut sangat membuka peluang bisnis bagi petani dan lembaga petani, dan juga dapat membantu peningkatan produktivitas petani. Saat ini petani sudah setengah putus asa lantaran biaya pemeliharaan yang tinggi ditambah dengan hama dan penyakit yang semakin banyak. Waktu petani habis untuk mengelola tanamannya, namun belum diimbangai dengan hasil panen yang baik. Sudah begitu, saat panen masih harus mengeluarkan biaya tidak sedikit dan banyak kehilangan hasil.†Dengan mesin ini hal-hal seperti itu bisa ditekan. Jadi bisa menggairahkan petani,†jelasnya. Lebih lanjut disampaikan oleh Kabid tanaman Pangan Sukardi SP yang juga ikut mendemonstrasikan mesin combine†beberapa kelompok tani dan petani sudah memiliki mesin combine seperti ini, namun masih kurang dibanding dengan luas panen yang ada, karena pada saat panen raya mencari tenaga kerja begitu sulit bahkan sering mendatangkan dari luar kabupaten dan biayanya mahal. Melalui demonstrasi combine mini yang bisa dikerjakan pada lahan yang becek sangat membantu mempercepat pemanenanâ€. Ungkapnya sambil melihat-lihat combine mini. Mekanisasi merupakan sebuah keharusan mengingat tenaga kerja semakin sulit dicari. Penggunaan mesin panen akan banyak menghemat dan menjadi peluang bisnis bagi gapoktan dan lembaga tani lainnya. Guna mewujudkan mekanisasi pertanian memang butuh proses sehingga masyarakat utamanya petani karena ada juga yang tersingkirkan dari penggunaan mesin potong ini yaitu para penggampung atau pencari sisa-sisa panen, mau diapakan mereka dan solusinya bagaimna ini yang belum terjawab. Belum lagi juga sebuah kebisaaan setelah panen para peternak itik akan segera menggembalakan ternaknya ke lokasi panenan dan hal itu sangat membantu biaya pakan kalau semua sudah memakai mesin potong tentu ada yang terpinggirkan, ini adalah sebuah resiko sebuah modernisasi yang juga perlu dicarikan solusi. Penulis : Nurul Ashar (PP madya pada KJF dipertanhut Kabupaten Pemalang).