Loading...

Demonstrasi Panen Padi Tradisional

Demonstrasi   Panen Padi Tradisional
Dataran tinggi tanah Gayo awal September 2020 Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah kembali menggalakkan tradisi panen padi memotong, mengumpul dan menggilas yakni pemisahan bulir padi dari tangkai. Dalam Bahasa gayo memotong adalah MUNOLING, mengumpul hasil pemotongan padi tersebut dinamakan MUBENOH sedangkan menggilas dengan telapak kaki disebut MUJEK. Petani tempo dulu menjadikan masa panen itu bagian dari acara rasa syukur kepada Sang Pencipta dengan mengikuti aturan kejurun belang dan tradisi kebiasaan masyarakat untuk berkumpul sambil bekerja. Orang tua bersama anak gadis ketika turun kesawah menggunakan pakaian yang santun kebaya atau sejenisnya dengan disertai hijab atau kelubung dari kain panjang. Sementara kaum bapak selain menggunakan celana panjang juga memakai kain sarung sebagai etika yang turun temurun. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah NASRUN LIWANZA didampingi kepala bidang penyuluhan SULWAN AMRI secara bersahaja menggunakan peci hitam, kain sarung dan tongkat serule berdemontrasi melakukan perontokan padi (MUJEK) di tengah lahan sawah di dataran tinggi tanah Gayo Takengon. Dalam arahan kepala Dinas Pertanian NASRUN memberi aprisiasi kepada penyuluh sudah mengarahkan petani menggunakan karung atau goni pelastik sebagai wadah mengumpulkan hasil panen (RADEN) ke tempat perontokan (SELADANG). “ Inovasi “ini pasti bertujuan untuk menurunkan kehilangan hasil akibat cara panen yang tidak tepat, seraya mengatakan terima kasih penyuluh ! Penerapan teknologi dan inovasi terus dikembangkan sejalan dengan ketersediaan alat mesin pertanian, namun penyuluh juga harus memperhatikan kearipan lokal beserta budaya yang ada sehingga petani nyaman, nyambung dan mudah digerakan. Tradisi panen padi masa lalu tergolong unik, petani rata-rata senang berpindah bertualang di gubuk sawah 30- 50 hari, buktinya ketika seekor ayam betina yang mulai bertelur dibawak kesawah, induk selesai menetas petani masih berada di sawah. Alasannya mereka sembari menikmati masa panen, padi juga harus dibersihkan dari hampa, sisa jerami dan benda asing lainnya. Pasca panen ala MUNANGIN menggunakan BENYANG ini sangat ketergantungan dengan arah angin, kalau arah angin bolak – balik atau sama sekali tidak berhembus tentu menjadi kendala besar. Faktor penyebab sangat alotnya penangan pasca panen ini adalah gabah tersebut untuk disimpan di Lumbung prbiadi, sehingga gabah harus dijemur sampai kering . Jadi masa panen tempo dulu petani sangat tergantung kepada paktor alam seperti arah angin dan curah hujan}* }*Juraidah/Abd