Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, hari Jumat, 8 April 2016 melaksanakan kegiatan demonstrasi alat panen padi combine harvester, di kelompok tani Subak Belong Desa Kayuputih Kecamatan Banjar, Buleleng. Alat Panen yang digunakan adalah Harvester-H 14, Pihak Dinas Pertanian Provinsi Bali, menyampaikan tujuan dari pelaksanaan demonstrasi combine harvester yang cukup modern ini adalah memperkenalkan kepada petani tegnologi terbaru yang mampu melakukan pemanenan padi yang hanya memerlukan tenaga kerja sedikit dengan kapasitas yang tinggi. Apabila kondisi areal pertanaman padi dengan lahan yang datar, kemampuan memanen padi tipe H 14 ini mampu melaksanakan pemanenan dalam luasan satu hektar selama tiga jam saja. Disamping mempercepat proses pemanenan, tenaga panen saat ini diwilayah Bali sudah mulai berkurang apalagi pada wilayah Kecamatan Banjar pada bulan Agustus sampai Nopember, kebanyakan kerja dilahan perkebunan cengkeh.Peserta yang hadir dalam kegiatan demonstrasi alat panen ini, adalah Para Penyuluh Pertanian di Kecamatan Banjar, Ketua Kelompok Tani di Kecamatan Banjar, Komandan Rayon Meliter Banjar, Babinsa, Kepala Desa Kayuputih, Dinas Pertanian Kabupaten dan warga petani Subak Belong.Hasil diskusi setelah dilakukan kegiatan Demonstrasi yang dipimpin Kabid Padi Palawija Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Buleleng, menyimpulkan bahwa Kombine harvester belum layak digunakan pada wilayah Kecamatan Banjar bagian atas karena geografis yang bergelombang dan banyak pematang. Sedangkan untuk Kecamatan Banjar Bagian Bawah sangat memungkinkan untuk diberikan bantuan alat ini, sepanjang ada yang mengelola dengan baik untuk membantu pelaksanaan panen padi. Para Petani diwilayah yang banyak pematang diupayakan dengan bantuan power tresher.Petani subak Kayuputih, mengharapkan juga bantuan transplanter untuk mengatasi susahnya mencari tukang tandur padi, namun demikian juga halnya susah dengan kondisi banyak pematang dan lahan petakan yang kecil-kecil- sehingga pula menyulitkan operasi alat, untuk maksud tersebut, koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Banjar akan melatihkan penggunaan transplanter, serta tegnologi pembibitan menggunakan tray. Apabila petani benar-benar mampu mengelola alat dengan baik, pihak Dinas Pertanian akan tetap mengusahakan dan mempasilitasi, karena saat ini TNI sudah ada bantuan alat yang dapat dimanfaatkan oleh petani. { I Nyoman Sudrana SP, PP Madya Buleleng}