Pada hari Senin, tanggal 21 September 2020 telah dilaksanakan Kegiatan “Demonstrasi Cara Pengolahan Hasil Pertanian dan Peternakan” di Desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini bersumber dari Dana Desa Rantau Karau Tengah. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 19 orang dari anggota Kelompok Tani. Selain itu turut di hadiri oleh : Kepala Desa Rantau Karau Tengah (Muhammad Saderi, S.Psi.I) Koordinator BPP Kecamatan Sungai Pandan (Ratu Ida Royani, A.Md) Mantri Tani Kec. Sungai Pandan (Ni’matun Munatifah, SP., MP) Staf Mantri Tani Kec. Sungai Pandan (Hidayatul Puspa Rina, SP) Programer Kec. Sungai Pandan (Widya Dewi, SP) Supervisor Kec. Sungai Pandan (Rachman Fitriannor, SP) SDA Kec. Sungai Pandan (Nendy Saptahady, S.TP) Penyuluh Sungai Pandan (Ratika Dwi I, Dina) Mahasiswa Program Studi Agroteknologi STIPER Amuntai Kegiatan ini juga didampingi dan difasilitasi oleh Penyuluh WKPP Farida Adriani, SP dan dibantu oleh narasumber yang berasal dari Penyuluh, yakni : Nani Lesdawaty, S.Pt (Narasumber Pengolahan Hasil Nugget Ayam), Dewi Rahmiyati (Narasumber Pengolahan Hasil Nugget Jagung) dan Heny Puspita Sari, SP (Narasumber pengolahan Hasil Abon Telur). Kegiatan ini berupa pengolahan hasil pangan dari pertanian dan peternakan. Dari pengolahan hasil pertanian salah satunya adalah nugget jagung. Nugget jagung adalah suatu bentuk produk olahan yang terbuat dari jagung manis yang dicetak dalam bentuk potongan empat persegi dan dilapisi dengan tepung berbumbu. Nugget dikonsumsi setelah proses penggorengan. Saat ini, selain berbahan baku daging, nugget juga telah diolah dengan menggunakan berbagai bahan baku, seperti ikan, sayur, dan lain-lain. Jagung manis, dapat menjadi bahan baku guna menghasilkan satu produk yang dapat ditekuni oleh perempuan-perempuan di desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan. Nugget berbahan dasar jagung merupakan inovasi produk yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jagung manis (sweet corn) merupakan komoditas palawija, memiliki ciri-ciri endosperm berwarna bening, kulit biji tipis, kandungan pati sedikit, pada waktu masak biji berkerut. Pengolahan hasil yang lain berupa pengolahan hasil peternakan, yakni pembuatan nugget ayam. Anak anak biasanya sulit untuk mengkonsumsi daging secara utuh, sehingga diperlukan proses pengolahan daging menjadi produk olahan seperti sosis, burger, baso dan nugget. Hal ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga, sehingga dalam penyuluhan ini sasaran yang dituju adalah ibu-ibu anggota kelompok tani, yang mana nantinya dapat menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan tersebut pada anggota masyarakat disekitarnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pengolahan daging ayam dicampur sayuran lain hingga menjadi nugget, untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, dengan metode memberikan penyuluhan tentang pengolahan daging ayam dan pembuatan nugget dari daging ayam dan sayuran lainnya, kemudian dilakukan demonstrasi pembuatan nugget daging ayam dengan campuran sayuran. Walau kandungan ayam cukup banyak, kadar masing-masing nutrisi dapat berbeda tergantung pada bagian yang dikonsumsi. Nutrisi ayam juga bisa berubah karena cara pengolahannya. Demonstrasi pengolahan hasil yang terakhir adalah pengolahan hasil peternakan berbahan dasar telur itik, karena telur ini pada umumnya lebih dominan dan lebih banyak dijumpat di Kecamatan Sungai Pandan, yakni pembuatan abon telur itik. Komoditas hasil ternak salah satunya adalah telur. Usaha memperpanjang daya simpan dan meningkatkan cita rasa dapat dilakukan dengan pengolahan bahan pangan tersebut. Dengan pengolahan bahan pangan tersebut, satu jenis bahan pangan dapat dibuat berbagai macam bentuk produk dengan cita rasa yang berbeda. Salah satu hasil olahan tersebut adalah abon. Pelaksanaan Kegiatan Demonstrasi Cara Pengolahan Hasil Pertanian dan Peternakan ini diharapkan dapat membuka wawasan petani (Wanita tani) / peserta sehingga dapat menjadi peluang usaha untuk menambah pendapatan petani lain dan bisa menjadi nilai tambah untuk desa. (Farida Adriani, SP)