Demonstrasi cara PHT di Desa Rantau Karau Tengah “Penyemprotan Blas dan Hama Tikusâ€
Kegiatan Demonstrasi Massal Penyemprotan Blas dan Hama Tikus dilaksanakan di desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan ini berlangsung atas inisiatif dari kelompok tani beserta Regu Pengendali Hama yang ada di desa Rantau Karau Tengah atas rekomendasi Penyuluh setempat Ibu Farida Adriani, SP dan bekerjasama dengan Koordinator POPT serta kepala UPT Pertanian kecamatan Sungai Pandan. Hal ini menimbang karena keadaan pertanaman padi yang sudah mengalami gejala serangan penyakit Blas serta hama tikus. Dengan didampingi oleh penyuluh pertanian WKPP Kecamatan Sungai Pandan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Juli 2018. Terjadinya serangan penyakit Blas ini diantaranya disebabkan keadaan cuaca yang cukup panas pada musim kemarau ini, sehingga tingkat kelembaban yang tinggi. Demikian halnya dengan serangan hama tikus yang sering terjadi di semua fase pertanaman padi dengan cakupan areal yang luas. Hal ini harus ditindaklanjuti secara cepat dan tepat agar tidak menyebabkan kerugian yang besar bagi petani. Dengan menggunakan prinsif Pengendalian Hama Terpadu maka dilakukan langkah pengendalian secara kimia yaitu dengan penyemprotan fungisida dan rodentisida. Koordinator POPT, Bapak farid Ma'ruf menjelaskan bahwa pencegahan dan pengendalian dengan menggunakan bahan kimia ini dapat dilakukan namun harus memperhatikan prinsif 6 T yaitu tepat jenis, dosis, sasaran, waktu, cara dan alat yang digunakan. Kegiatan berlangsung pada sore hari dan diikuti oleh para anggota kelompok tani secara bersama-sama melakukan penyemprotan di lahan usaha tani. Adapun bahan berupa obat-obatan serta alat yang digunakan tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dengan mempraktekan langsung bagaimana cara yang tepat dalam melakukan penyemprotan pestisida diharapkan selanjutnya para petani dapat mengatasi permasalahan serangan hama dan penyakit. Tanpa mengabaikan dampak bahan kimia yang bisa menjadi racun dan berbahaya bagi kesehatan serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. (Penulis : Widya Dewi, SP)