Penyiangan merupakan suatu kegiatan mencabut gulma yang berada di antara sela-sela tanaman pertanian dan sekaligus menggemburkan tanah. Gulma adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi.Tujuan dari penyiangan ini yang pertama adalah untuk menggemburkan tanah supaya aerasi menjadi lebih baik untuk mendorong perkembangan akar tanaman yang maksimal sehingga diperoleh tanaman dengan perakaran yang kokoh dan pertumbuhan yang optimal dan tentunya tanaman akan lebih sehat dan menjadi tidak mudah terserang hama dan penyakit. Dan yang kedua adalah untuk mengendalikan gulma yang tumbuh disela-sela tanaman budidaya, dengan adanya gulma yang lebat tentunya akan menambah persaingan untuk memperoleh unsur hara dan sinar matahari yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman budidaya terganggu dan bisa menurunkan produksi. Gulma adalah tanaman yang kehadiranya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa di capai oleh tanaman produksi. Gangguan gulma cukup signifkan menurunkan hasil 6 – 87 % baik karena persaingan unsur hara, cahaya matahari, maupun karena menjadi tanaman inang bagi berbagai hama dan penyakit Penyiangan dapat dilakukan pada 14, 24, 34, 44 dan 55 hst ( hari setelah tanam ). Hal ini biasanya dilakukan oleh pertanian sistem SRI, dengan jarak tanam yang lebar dan 1 bibit/tenjep akan menghasilkan anakan yang banyak. Oleh sebab itu, bila para petani ingin mudah melakukan penyiangan maka sebaiknya melakukan sistem tanam legowo dengan rentang waktu 15, 30 hst. Dengan sistem tanam legowo ini akan memudahkan para petani melakukan penggasrokan dengan cepat.