Loading...

Demplot Bawang Merah Dengan Menggunakan Mulsa Plastik

Demplot Bawang Merah Dengan Menggunakan Mulsa Plastik
DEMONSTRASI PLOT (Demplot Bawang Merah Menggunakan Mulsa Plastik) Demonstrasi merupakan suatu metode penyuluhan dilapangan untuk memperlihatkan secara nyata tentang “cara” dan “atau “hasil” pertanian yang terbukti menguntungkan bagi petani. Tujuan dari Demostrasi (Demplot Bawang Merah Menggunakan Mulsa Plastik) adalah sebagai berikut : Memberikan contoh bagi petani di sekitarnya untuk menerapkan teknologi baru di bidang pertanian dataran rendah Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Jaya serta memberi contoh bagi petani yang disekitarnya menerapkan teknologi baru melalui kerjasama kelompok. Agar petani mau melakukan inovasi baru di bidang pertanian yang dapat lebih menguntungkan petani, khususnya petani di kelompok tani jaya dan petani yang ada di sekitarnya Adapun Demonstrasi yang dilakukan adalah tentang penanaman bawang merah dataran rendah dengan menggunakan mulsa plastik yang dilakukan di lahan ketua kelompok tani jaya dengan luas 0,05 Ha, adapun tahapan pelaksanaan sebagai berikut : Persiapan Lahan : melakukan persiapan lahan untuk menanam apapun tetap ada syarat dan langkah yang harus diikuti sebelum melakukan pengolahan lebih lanjut. Pengolahan Lahan : melakukan pengolahan lahan dengan cara membajak agar lahan tempat penanaman menjadi lebih gembur, rata dan mudah ditanami nantinya, setelah rata maka dilakukan pembersihan gulma maupun sampah yang ada dibuang kemudian mendiamkan lahan selama 3 hari. Penghamburan Pupuk Kandang : melakukan penghamburan pupuk kandang secara merata, menggunakan kotoran kambing dan kotoran sapi, agar pupuk kandang bisa menyerap dengan bagus dilahan tersebut maka dibiarkan selama 3 hari lagi. Pembuatan Bedengan : bedengan diatas lahan yang akan diolah untuk penanaman bawang merah dengan lebar sekitar 1 meter. Panjang menyesuaikan dengan panjang atau kondisi lahan dan tingginya adalah 30 cm. Pemasangan Mulsa Plastik : memasang mulsa dengan cara yang hitam di bawah dan yang warna perak diatas, dipasang pada tengah hari untuk memudahkan pada saat mulsa ditarik dan rata. Persiapan Benih : melakukan pemilihan benih apabila dipotong 1/3 bagian ujung umbi, titik tumbuh berwarna hijau, ukuran umbi sedang, bernas, kulit umbi mengkilat dan tidak luka. Penanaman : membuat jarak tanam pada bedengan 20 cm x 20 cm, umbi ditanam dengan tegak membenangkan umbi 2/3 bagian umbi kedalam tanah, sebelum dan sesudah penanaman dilakukan penyiraman,untuk mencegah pembusukan ditaburi menggunakan pungisida efektif yang digunakan di demonstrasi ini jenis fungisidanya adalah antracol Pemupukan : pada demonstrasi ini hanya menggunakan pupuk kandang dan Pupuk organik cair dengan interval penggunaan POC 10 hari setelah tanam dan dilakukan sebanyak 3 kali penyemprotan Pengairan : pengairan/penyiraman dilakukan sesuai umur tanaman yaitu, umur 0-15 hari dilakukan 2 kali sehari pagi dan sore, umur 16-35 hari dilakukan pada pagi hari, umur 36-50 hari dilakukan pada sore hari dan umur 51 hari dilakukan satu kali pagi atau sore sampai panen. Panen dan pasca panen : Untuk bawang konsumsi dipanen bila tanaman sudah rebah dan terjadi perubahan warna daun menjadi kuning ± 60 – 70% kira-kira umur 60-75 hari pada dataran tinggi, Untuk benih, tanaman bawang dipanen bila kerebahan daun >90%, kira-kira 65-70 hari pada dataran rendah dan 80-90 hari pada dataran tinggi, Panen dilakukan dengan mencabut tanaman, umbi dibiarkan beberapa jam pada bedengan, kemudian diikat dengan berat 1-1,5 kg, Umbi bawang merah yang terinfeksi patogen, dipisahkan dengan umbi yang sehat, Bawang yang telah diikat, dijemur dengan posisi daun di atas selama 5-7 hari tergantung cuaca. Bawang merah yang ditanam pada demonstrasi ini adalah varietas Batu Ijo adapun hasil yang di peroleh sebanyak 250 Kg/ 0,05 Ha dan bisa mencapai 25 ton/Ha. Penulis : PPL Desa Pa`jukukang (A. Andriani, SP)