Loading...

Demplot Budidaya Sorgum, Pengembangan Integrated Farming System Kabupaten Situbondo

Demplot Budidaya Sorgum, Pengembangan Integrated Farming  System Kabupaten Situbondo
Pemanfaatan sorgum sebagai sumber pangan dan pakan ternak telah banyak dilaporkan. Sebagai bahan pangan, sorgum memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, bahkan kadar proteinnya lebih tinggi daripada beras. Sorgum memiliki kadar protein 11%, lebih tinggi dibandingkan beras yang hanya mencapai 6,8%. Kandungan nutrisi mikro lain yang dimiliki oleh sorgum adalah kalium, besi, fosfor, serta vitamin B. Sebagai pakan ternak, biji sorgum digunakan untuk bahan campuran ransum pakan unggas, sedangkan batang dan daun banyak digunakan untuk ternak ruminansia (Rismunandar 1989). Di Kabupaten Situbondo, tanaman ini tidak asing lagi. Meski bukan komoditi utama dan belum banyak dibudidayakan oleh petani, tanaman ini masih dapat kita temui di beberapa daerah di wilayah binaan Balai Penyuluhan Pertanian Sumberejo seperti di Desa Sumberejo, Desa Ketowan, Desa Sumberwaru dan Desa Bantal. Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Program Ekonomi Kebersamaan (EKOBER) melaksanakan kegiatan bersama yang melibatkan beberapa SKPD. Salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu Kegiatan Demplot Budidaya Tanaman Sorgum di Desa Ketowan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo pada lahan seluas 10.000 m2. Dinas terkait yang terlibat antara lain Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) ; Dinas Peternakan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Situbondo. Kegiatan yang dibiayai bersama oleh Tim EKOBER ini, merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah untuk mengembangkan Integrated Farming System antara budidaya tanaman sorgum dengan sektor peternakan. Melalui penanaman sorgum, diharapkan ketersedian pakan yang murah dan berkualitas dapat terpenuhi. Sedangkan sumber unsur hara bagi tanaman sorgum dapat tersedia melalui pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik. Penanaman benih sorgum pada lahan demplot telah dilakukan pada tanggal 08 April 2020 dimonitor langsung oleh Kepala Dinas TPHP dan Kepala Dinas Peternakan didampingi Penyuluh Pertanian Desa Ketowan, Petugas Pengolah Data Kecamatan Arjasa, Juru Pengairan serta Pengurus Kelompok tani dan Gapoktan Desa Ketowan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo Ir.Sentot Sugiyono, MSi berharap kegiatan demplot budidaya tanaman sorgum di Desa Ketowan dapat terlaksana dengan baik. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan budidaya sorgum pada lahan kering/marginal serta memberikan jaminan pasar sebagai solusi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Sumber : http://kalsel.litbang.pertanian.go.id/ind/images/pdf/prosiding/20%20herman.pdf diakses tgl 02 April 2020 Disusun oleh : Admin Dinas TPHP Kab.Situbondo (Reni Puspita Sari, SST)