Loading...

DEMPLOT BUDIDAYA TANAMAN TOMAT

DEMPLOT BUDIDAYA TANAMAN TOMAT
Tomat adalah komoditas hortikultura yang pen-ting, termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan. Tanaman tomat banyak ditanam di dataran tinggi, dataran sedang ataupun dataran rendah, dengan ketinggian antara 0 – 1500 meter diatas permukaan la-ut. Wilayah Kecamatan Kalimanah dengan keting-gian 35 – 85 meter diatas permukaan laut cocok untuk budi-daya tomat. Tanaman tomat dapat tumbuh di segala media, mulai dari ditanam di lahan sawah, lahan tegal, lahan pekarangan, bahkan untuk kepemilikan lahan yang ter-batas budidaya tanaman tomat dapat dilakukan dengan metode Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot) ataupun dengan sistem tanaman hidroponik, dan yang membedakannya adalah pada media yang digunakannya. Di BPP Kalimanah, budidaya tanaman tomat dilakukan di lahan demplot di komplek BPP. Budidaya tanaman tomat yang dilakukan di lahan demplot BPP Kalimanah dengan menggunakan plastik mulsa. Langkah-langkah budidaya tanaman tomat di BPP Kalimanah: Penyemaian Benih. Benih yang dipakai adalah benih berkualitas dari produsen benih ternama. Penyemaian benih tomat dilakukan dengan menggunakan seed tray dengan media tanam campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Persiapan Lahan. Lahan disiapkan dengan cara membuat buludan/bedengan dengan lebar sekitar 70 cm, kemudian diberi pupuk kandang/kompos dan ditaburi kapur pertanian (dolomit) agar pH tanah mendekati netral. Setelah itu bedengan ditutup dengan plastik mulsa (pada siang hari), dan pada tengah-tengah bedengan mulsanya dilubangi untuk tempat menanam tomat dengan jarak dalam baris 70 cm dan jarak antar baris 50 cm. Penanaman Bibit. Setelah benih disebar di pesemaian berumur 30 – 35 hari, benih siap di pindah tanam. Benih dicabut dari pesemaian kemudian ditanam pada lubang tanam dengan kedalaman 5 – 7 cm, kemudian tutup dengan tanah dan disiram dengan air untuk menjaga kelembaban. Pemeliharaan dan Perawatan. Tanaman tomat cukup sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit, terutama yang ditanam di dataran rendah. Penyulaman dilakukan apabila ada tanaman tomat yang gagal tumbuh karena penyakit atau rebah. Pemangkasan pada tanaman tomat dilakukan setiap minggu. Pemangkasan tunas yang tumbuh pada ketiak daun harus segera agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilakukan dengan tangan. Namun apabila batang sudah terlalu keras, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Pemupukan dilakukanpada usia satu minggu berikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Kemudian setelah umur 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Tanaman tomat tidak terlalu banyak membutuhkan air, namun jangan sampai kekurangan. Kelebihan air dalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi akan menghambat fase generatif. Sebaliknya, kekuranga air yang berkepanjangan bisa menyebabkan pecah-pecah pada buah tomat yang dihasilkan.Kekeringan yang panjang bisa menyebabkan kerontokan bunga. Penyiraman hendaknya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Pemasangan lenjeran atau ajir bertujuan sebagai tempat mengikatkan tanaman agar tidak roboh. Lenjeran dibuat dari bambu sepanjang 1,5-2 meter. Lenjeran ditancapkan pada jarak sekitar 10-20 cm dari tanaman. Lenjeran bisa dibiarkan tegak mandiri atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berguna untuk memperkokoh posisi lenjeran. Pengendalian Hama dan Penyakit. Untuk menanggulangi hama dan penyakit secara menyeluruh menggunakan prinsip-prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Penerapan PHT harus dilakukan secara berkesinambungan. Adapun variabel-variabel yang harus diperhatikan antara lain pemilihan bibit unggul atau varietas yang cocok, benih bebas penyakit, pemberian pupuk berimbang, rotasi tanaman, memanfaatkan predator alami, memanfaatkan tanaman pengusir hama dan terakhir penyemprotan pestisida baik kimia sintetis maupun alami. Panen dilakukan setelah tanaman tomat berumur 60 hari setelah tanam atau menggunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering. Panen dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Panen dapat dilakukan sampai beberapa kali dengan memilih buah tomat yang sudah tua/matang. Demikianlah budidaya tanaman tomat yang dilaksanakan di lahan demplot di BPP Kecamatan Kalimanah, dengan harapan dapat menjadi acuan bagi petani di wilayah Kecamatan Kalimanah yang berminat untuk membudidayakan tanaman tomat. Oleh : Admin BPP Kalimanah