Loading...

DEMPLOT JAGUNG TOT TS ALA PAYAKUMBUH

DEMPLOT JAGUNG TOT TS ALA PAYAKUMBUH
Kebutuhan jagung kota payakumbuh saat ini masih kurang, mengingat kota Payakumbuh dan wilayah sekitarnya yaitu Kabupaten Limapuluh Kota merupakan sentral peternakan ayam petelur, dimana jagung merupakan kebutuhan pokok sebagai campuran ransum. Dalam rangka memenuhi kebutuhan jagung tersebut maka Dinas Pertanian Kota Payakumbuh melaksanakan Kegiatan Demplot Tanam Jagung dengan system TOT TS yaitu system tanpa olah tanah tanam sembunyi. Dalam Demplot ini Kelompok tani di Lima Kecamatan mendapatkan fasilitas berupa benih jagung dan pupuk. System TOT TS ini ditemukan oleh Bapak Joni Saputra, dengan lahan 2 Ha Beliau melakukan tanam jagung yang bisa panen 4 kali dalam setahun, berkat temuannya ini Bapak Joni pernah Diundang ke istana negara oleh Bapak Jokowi dan saat ini meraih Penghargaan sebagai Penyuluh swadaya berprestasi tingkat Provinsi. Pelaksanaan demplot jagung di lima Kecamatan langsung dibimbing dan dibina oleh Bapak Joni Saputra, salah satunya yaitu di Kelompok Tani Sawah Kareh, Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat. dengan system yang diterapkan oleh bapak Joni, Kelompok sangat antusias dan langsung mempraktekkan di lahan kelompok. Dalam pertemuan tersebut bapak Joni menjelaskan bahwa system ini sangat praktis dan hemat biaya tenaga kerja, caranya iyalah tanpa olah tanah, yaitu pada pembukaan lahan cukup disemprot dengan Herbisida sistemik yang membuat rumput mati sampai ke akarnya. 3 sampai 7 hari setelah itu bisa dilakukan penanaman jagung dengan ditugal dan ditutup dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Nanti setelah jagung berumur 10 sampai 20 hari setelah tanam disemprot lagi dengan herbisida khusus untuk jagung. Setelah itu dilakukan pemupukan pertama, dan pemupukan susulan dilakukan pada saat jagung berumur sekitar 50 hari. Jika sudah berumur 90 hari maka dilakukan penanaman lagi di antara batang jagung yang sudah ada, sehingga disaat jagung panen yaitu sekitar umur 120 hari sudah ada jagung yang berumur 30 hari, ini yang disebutnya dengan tanam sembunyi. Sehingga dalam setahun nantinya bisa panen sebanyak 4 kali. Dengan adanya demplot ini diharapkan para petani khususnya di Kota Payakumbuh, nantinya bisa meningkatkan produksi jagung dan mengurangi modal usaha, sehingga pendapatan petani bisa meningkat dan Kota Payakumbuh bisa swasembda jagung.