Loading...

DEMPLOT JARWO UPTB-BPK KAMANG BARU

DEMPLOT JARWO UPTB-BPK KAMANG BARU
Jajar Legowo (jarwo) menjadi tema dalam pelaksanaan demonstrasi plot (demplot) "Penerapan Teknologi Jajar Legowo 4 : 1 dan 2 : 1 Padi Sawah" UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru pada kegiatan Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian Tahun 2015. Sesuai dengan rencana, pada hari Selasa, 26 Mei 2015 dilaksanakan penanaman padi sawah pada lahan demplot seluas 1 ha yang bertempat di hamparan kelompoktani Gunung-Gunung Kenagarian Sungai Lansek. Seluruh personil UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru dan dibantu oleh beberapa orang petani anggota kelompoktani Gunung-Gunung turut aktif dalam penanaman padi di lahan demplot. Sebelum dimulainya penanaman, terlebih dahulu pihak UPTB-BPK melalui Penyuluh urusan Programa (M. Iwan K., SP) dan Supervisi (Zulkifli, SST) memberikan arahan dan pembinaan kepada kelompoktani Gunung-Gunung mengenai tata cara pelaksanaan demplot UPTB-BPK Kecamatan Kamang Baru. Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu rekomendasi yang terdapat dalam paket anjuran Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Seperti diketahui bahwa tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir). Adapun manfaat dan tujuan dari penerapan sistem tanam jajar legowo adalah : 1) menambah jumlah populasi tanaman padi sekitar 30% yang diharapkan akan meningkatkan produksi baik secara makro maupun mikro, 2) adanya baris kosong akan mempermudah pelaksanaan pemeliharaan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman yaitu dilakukan melalui barisan kosong/lorong, 3) mengurangi kemungkinan serangan hama dan penyakit terutama hama tikus. Pada lahan yang relatif terbuka hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya dan dengan lahan yang relatif terbuka kelembaban juga akan menjadi lebih rendah sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan, 4) menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian tanaman dalam barisan, 5) dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo akan menambah kemungkinan barisan tanaman untuk mengalami efek tanaman pinggir dengan memanfaatkan sinar matahari secara optimal bagi tanaman yang berada pada barisan pinggir. Semakin banyak intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman maka proses metabolisme terutama fotosintesis tanaman yang terjadi di daun akan semakin tinggi sehingga akan didapatkan kualitas tanaman yang baik ditinjau dari segi pertumbuhan dan hasil. Jajar legowo 2 : 1 adalah cara tanam padi dimana setiap dua baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar baris sedangkan jarak tanaman dalam barisan adalah setengah kali jarak tanam antar barisan. Jarak tanam demplot pada sistem jajar legowo 2 : 1 adalah 25 cm (antar barisan) x 12,5 cm (barisan pinggir) x 50 cm (barisan kosong) dengan jumlah populasi 213.000 rumpun/ha. Jajar legowo 4 : 1 adalah cara tanam padi dimana setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Dengan sistem legowo seperti ini maka setiap baris tanaman ke-1 dan ke-4 akan termodifikasi menjadi tanaman pinggir yang diharapkan dapat diperoleh hasil tinggi dari adanya efek tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (baris ke-1 dan ke-4) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. Jarak tanam demplot pada sistem jajar legowo 4 : 1 adalah 25 cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 12,5 cm (barisan pinggir) x 50 cm (barisan kosong) dengan jumlah populasi 192.000 rumpun/ha. Jajar legowo 2 : 1 peningkatan populasinya adalah 30% sedangkan jajar legowo 4 : 1 peningkatan populasinya adalah 20%. Penerapan sistem tanam jajar legowo akan memberikan hasil maksimal dengan memperhatikan arah barisan tanaman dan arah datangnya sinar matahari. Lajur barisan tanaman dibuat menghadap arah matahari terbit agar seluruh barisan tanaman pinggir dapat memperoleh intensitas sinar matahari yang optimum dengan demikian tidak ada barisan tanaman terutama tanaman pinggir yang terhalangi oleh tanaman lain dalam mendapatkan sinar matahari. (M. Iwan K., SP)