Loading...

Demplot Padi dengan Teknologi IPAT-BO Sidenuk

Demplot Padi dengan Teknologi IPAT-BO Sidenuk
Paket Teknologi Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) merupakan salah satu teknologi Budidaya padi dari pengembangan Sistim Tanam Pola Sistim Rice Intenfikasi (SRI) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti (Kemenrintekdikti) melalui Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Propinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Balitbangda dan Dinas Pertanian Kab.Pangkep dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Bakti Teknologi Bidang Pangan, melaksanakan kegiatan Demontrasi Plot (Demplot) seluas 1 Ha dilokasi Kelompok Tani Sipakalebbi Kelurahan Pa'bundukang Kec. Pangkajene. Adapun Komponen teknologi di dalamnya meliputi Varietas Unggul Baru (VUB) potensi hasil tinggi yaitu Inpari Sidenuk dengan kebutuhan 10 Kg/Ha, dekomposer jerami, pupuk hayati, dan paket pemupukan berimbang serta pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan pestisida nabati dan kimia berdasarkan ambang kendali. Perincian Paket Komponen teknologi Demplot IPAT-BO adalah sebagai berikut : Benih padi varietas Inpari Sidenuk sebanyak 10 Kg, ABG D 11 Botol, ABG B 10 Botol, ABG Degra 5 Kotak, ABG Bio 12 Kotak , ABG Bios 30 Kg, ABG Maxi 10 Kg, ABG Rog 300 Kg, Pupuk Urea 100 Kg, NPK 300 Kg dan SP 36 50 Kg, serta jarak tanam 30 cm X 35 cm dan pola tanam Twin Seed (Kembar). Mengenai jadwal dari kegiatan ini yaitu Hambur pada hari Rabu tanggal 12 bulan April 2017, tanam serentak di 22 titik Kabupaten se Sulawesi selatan pada hari selasa tanggal 24 April 2017, dan rencana panen raya yang juga serentak pada minggu I bulan Agustus 2017. Pada tanam serentak dipimpin langsung oleh bapak Wakil Bupati Pangkep H.Syahban Sammana,SH didampingi oleh Kepala Balibangda Prop. Sul-Sel serta para Kepala OPD se Kabupaten Pangkep termasuk Kepala Dinas pertanian beserta Staff. Melalui teknologi IPAT-BO ini diharapkan produktivitas padi dapat ditingkatkan lebih dari 30%. Dan Implementasi pengembangan model ini dimasa kan datang dilakukan dalam bentuk demarea dengan tujuan selain untuk memverifikasi keunggulan inovasi yang diterapkan, juga sebagai wahana diseminasi kepada pengguna khususnya petani. Penggunaan komponen biodekomposer, yang merupakan bahan yang mengandung beberapa jenis mikroba perombak bahan organik seperti lignoselulosa. Biodekomposer mampu mempercepat pengomposan jerami secara insitu dari dua bulan menjadi1-2 minggu.Hasil aplikasi Biodekomposer mempercepat perombakan jerami dan mengubah residu organik menjadi bahan organik tanah, meningkatkan ketersediaan NPK, sehingga menekan biaya pemupukan, dan menekan penyakit tular tanah. Pupuk hayati adalah pupuk berbasis gabungan mikroba mikroba non patogenik yang dapat menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman), penambat Nitrogen dan pelarut Fosfat yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Berdasarkan hasil panen ubinan di lokasi demontrasi plot (1 Ha) di kabupaten Pangkep yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian selaku tenaga pendamping dilapangan, maka diperoleh Produktivitas Gabah Kering Panen (GKP) rata-rata 9,4 ton per Ha, sedangkan sebelumnya atau yang pertanaman biasa di luar demplot hanya 6,6 ton per Ha, maka terjadi peningkatan produksi kurang lebih 2,8 ton per Ha. Jika diasumsikan harga Rp.4.000/Kg, maka terjadi peningkatan pendapatan petani sebesar Rp.11.200.000/Ha/MT. Ditulis oleh : A.Faisal Rahim ( Kord. Fungsional Penyuluh Pertanian Kabupaten Pangkep) Email : rahimfaisal070@gmail.com.