Kebutuhan pupuk adalah mutlak mengingat tingkat kesuburan tanah khususnya di Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo sudah menurun.Ketergantungan pada pupuk bersubsidi sangat tinggi sehingga perlu dicari solusi jika alokasi pupuk bersubsidi kurang, pupuk non subsidi bisa menjadi jalan keluar disaat kebutuhan pupuk subsidi ketersediaannya terbatas.Selain itu kebutuhan unsur hara mikro terutama Seng (Zn) juga diperlukan untuk memperbaiki tingkat kesuburan tanah yang pada umumnya sebagian lahan pertanian di Kecamatan Jetis kondisinya asam-asaman (pH) rendah, sehingga perlunya unsur hara mikro untuk memperbaiki kesuburan tanah.Sebagai salah satu unsur hara mikro esensial bagi tanaman, Seng bermanfaat dalam memaksimalkan penyerapan unsur hara makro N, P, dan K. Seng berfungsi mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji / buah, dan memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama / penyakit. Kekurangan Seng berdampak pada kekerdilan tanaman, daun mengecil, ketegaran tanaman berkurang, serta ukuran bulir / buah kecil.Untuk memperkenalkan pupuk bersubsidi kepada petani maka Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Jetis bekerja sama dengan Distributor Pupuk melakukan Demonstrasi Plot di Kelompok Tani Baran Baru Desa Jetis Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo.Uji coba dilakukan dengan perlakuan dan dosis pemupukan yang sama pada komoditas padi, yaitu menggunakan formulasi 5:3:2 atau 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg NPK Phonska Plus, dan 200 kg Urea per hektar sawah.Tanggal semai 15/11/2017 dengan luas demplot (Ha) 1 Ha, umur pindah tanam 05/12/2017 dan tanggal panen 14/03/2018. Hasil ubinan panen didapat 5,9 Kg atau produktivitas 9,4 (Ton/Ha) GKP, untuk produktivitas setempat 9,2 (Ton/Ha) GKP. Jadi selisih produktivitasnya adalah 0,2 (Ton/Ha).Dengan hasil demonstrasi plot ini, penggunaan NPK Phonska Plus mampu meningkatkan panen rata-rata 0,2 ton per hektar gabah kering panen atau 2,17% lebih besar jika dibandingkan dengan padi yang menggunakan pupuk NPK Phonska biasa tanpa Seng."Tindak lanjut dari hasil demplot ini adalah perlunya sosialisasi ke petani tentang penggunaan pupuk yang mengandung unsur hara mikro seperti Seng (Zn) dan unsur hara mikro lainnya dikarenakan defisiensi unsur hara mikro pada lahan pertanian juga mempengaruhi produktivitas tanaman padi. Selain itu juga memberi alternatif kepada petani untuk menggunakan pupuk non subsidi" ujar Hadi Suyanto, SP selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Jetis. (Rudy Wijayanto/admin)