Kedelai merupakan salah satu komoditas dalam pengembangan UPSUS PAJALE. Minat petani yang rendah untuk menanam kedelai disebabkan karena rendahnya harga jual kedelai dan budidaya tanaman yang cukup kompleks. Selain hal tersebut ketersediaan benihyang bermutu turut andil dalam upaya peningkatan produksi kedelai. Pengembangan model desa mandiri benih kedelai merupakan salah satu langkah strategis untuk menjawab permasalahan ketersediaan benih bermutu dan mudah diakses oleh petani. Model penyediaan benih untuk pemenuhan kebutuhan wilayahnya melalui peningkatan kemampuan petani kedelai perlu dikembangkan agar petani mendapatkan benih yang bermutu sesuai pasar yang ada. Kelompok tani Sri Makmur III merupakan salah satu kelompok tani yang berada di Pekon Margodadi Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu, Lampung. Kelompok Tani Sri Makmur III berdiri pada tahun 1997 dengan Nomor Register 18/10 / KT-217 03 2007 dengan jumlah anggota telah mencapai 42 orang. Lahan sawah kelompok tani ini adalah sawah dengan pengairan non teknis sehingga sumber air utama yaitu air hujan. Meskipun sawah tadah hujan, petani Sri Makmur III tidak putus semangat dalam usaha budi daya pertanian. Untuk mensiasati kondisi lahan sawah tersebut, pola tanam di atur menurut ketersediaan air, sehingga pada saat musim rendeng (MT 1) petani mengusahakan penanaman padi, musim tanam gadu (MT 2) ditanam padi dan musim tanam ke-3 (MT3) ditanami palawija yang mayoritas berupa tanaman kedelai yang kebutuhan akan air tidak terlalu banyak (padi-padi-kedelai). Supono merupakan ketua Kelompok Tani Sri Makmur III pengelola pengembangan tanaman kedelai di Kabupaten Pringsewu, kegigihan dalam mengembangkan tanaman kedelai melalui peningkatan produktivitas setiap tahunnya, tahun 2016 s/d 2018 yaitu 1,6; 1,76; dan 2 ton/ha. Kelompok ini juga selalu menggali informasi dan teknologi melalui pembuatan demplot varietas dan teknologi budidaya dalam menentukan varietas dan teknologi spesifik lokasi yang bekerja sama dengan Pemda Pringsewu dan BPTP, melaksanakan uji banding pengembangan kedelai baik sebagai benih maupun konsumsi di beberapa sentra kedelai sepert Grobogan dan Malang, memproduksi benih kedelai bersertifikat, memanfaatkan galengan sawah pada musim rendeng untuk penanaman kedelai di Ambarawa dan menjadi role model dalam beberapa pertemuan lokal maupun Nasional, serta menjalin kemitraan dengan pedagang kedelai dalam bentuk jual beli kedelai. Pengalaman kelompok Sri Makmur III dalam mengusahakan budi daya kedelai membuat para petani berfikir lebih jauh. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan kelompok ini dalam meningkatkan usaha kedelai yaitu: 1) telah melakukan demplot beberapa varietas kedelai dalam menentukan varietas spesifik lokasi, 2) telah melakukan demplot terhadap kebutuhan sarana prasarana budi daya kedelai, 3) telah melakukan refugia (tumpang sari) kedelai di pematang sawah pada musim rendeng untuk kebutuhan benih kedelai di musim tanam selanjutnya, 4) telah melakukan kemitraan dalam pemasaran kedelai, 5) telah melakukan kaji banding ke sentra-sentra kedelai Nasional seperti di Kabupaten Grobogan. Oleh : Rahmawati Nurmalasari, S.T.P. (PPL Ambarawa)