Loading...

DESKRIPSI LEATHER LEAF

DESKRIPSI   LEATHER LEAF
Tanaman florikultura merupakan salah satu komoditashortikultura yang memiliki potensi besar untuk dikembangkansebagai upaya penumbuhan perekonomian daerah dan nasional.Dalam lima tahun terakhir banyak tumbuh pelaku usaha tanamanflorikultura mulai skala kecil sampai menengah, mengingatpermintaan tanaman florikultura terus meningkat baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Dengan demikian tanamanflorikultura dapat diposisikan sebagai komoditas perdaganganyang penting di dalam negeri maupun di pasar global.Namun perkembangan usaha tanaman florikultura masih berjalanrelatif lambat. Hal ini terlihat dari skala usaha yang masih kecil,peningkatan produksi yang relatif masih rendah dan belumtertatanya sistem produksi dan pasar. Berbagai upaya perlu dilakukan secara intensif denganmelibatkan seluruh pihak terkait agar usaha/bisnis tanamanflorikultura dapat memberikan kontribusi yang lebih besarterhadap perekonomian nasional, dengan menumbuhkan sentra -sentra tanaman florikultura baru dan mengutuhkan kawasanyang sudah ada, menuju skala industri melalui pengelolaankebun yang baik, agar tanaman florikultura Indonesiamempunyai daya saing dan berdampak terhadap peluang kerja,pertumbuhan perekonomian dan pembangunan sektor jasa didaerah. Dalam upayameningkatkan produksi dan produktivitas tanaman florikulturadilakukan dengan pendekatan penerapan GAP-SOP dan GHP.Tujuan pengembangan kawasan adalah:Untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya kawasan sentraproduksi yang berkelanjutan berbasisGood Agricultural Practices (GAP) danStandard Operating Procedure (SOP) dan percontohankebun produksi dalam mendukung pengembanganGreen City serta pendekatanGood Handling Practices (GHP) dalam rangkamutu yang baik dan mengurangi kehilangan hasil akibatpengelolaan pascapanen yang kurang baik.Sasaran pengembangan kawasan merupakan sasaran yang ingin dicapai dalam terlaksananya pengembangankawasan florikultura melalui perluasan areal dan perbaikan mutuhasil serta mutu pengelolaan kebun. Leatherleaf merupakan tanaman paku-pakuan foliage yang tumbuh di dataran tinggi tropis yang berfotensi untuk dikembangkan. Tanaman pakis leather leaf kini banyak dikenal sebagai tanaman hias untuk dekorasi ruangan dan pelengkap karangan bunga. Peluang usaha ini ternyata masih bisa dikembangkan yaitu dengan mengejar sektor bisnis export pakis leather leaf. Dalam pengembangan tanaman pakis leather leaf perlu mengetahui lebih mendalam mengenai ciri-ciri dan diskripsi pakis leater leaf, adapun ciri-cirinya adalah sebagi berikut; Ciri – ciri Pakis Leather Leaf daunnya berupa daun majemuk ( 1 Tangkai terdiri dari susunan daun kecil sejajar ) yang berwarna hijau mengkilap. Tinggi maksimal tanaman ini 1 M. Biasanya tamanan ini dipanen berupa helaian daun majemuk. Helaian daun yang dipotong bisa mencapai 45 – 50 cm. Selanjutnya diskripsi tanaman lether leap adalah Asal : introduksi Silsilah : seleksi rumpun induk Golongan varietas : klon Cara perbanyakan : vegetatif, split rhizome Tipe tanaman : evergreen Tipe tumbuh : tegak (erectus) Bentuk rhizome : oval Warna rhizome : coklat muda–tua, ujung putih transparan Percabangan rhizome : tidak teratur Permukaan kulit rhizome : bersisik/berbulu Bentuk daun : segitiga (triangularis) Warna daun : hijau tua/gelap Ukuran daun : panjang 45 - 65 cm, lebar 25 -35 cm Susunan anak daun : menyirip Kedudukan anak daun : bersilang, hampir berhadapan Permukaan daun bagian atas : mengkilap, licin (laevis) Permukaan daun bagian bawah : suram Tepi daun : bergerigi (serratus) Ujung daun : meruncing (acuminatus) Warna tangkai daun : coklat tua/gelap, kemerahan Permukaan tangkai daun : bersisik/berbulu Lekukan tepi daun : berlekuk menyirip (pinnatilobus) Spora daun : tidak berspora Karakter bunga : tidak berbunga Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti dan SOP lainnya dari Google Sumber gambar : Foto: Purwanti/Sri