Loading...

Deskripsi dan Klasifikasi Tanaman Kentang

Deskripsi dan Klasifikasi Tanaman Kentang
A. Tinjauan Umum Tanaman Kentang Kentang, yang memiliki nama latin solanum tuberosum L. merupakan sebuah tanaman dari suku Solanaceae yang mempunyai umbi batang yang bisa dikonsumsi. Umbi kentang saat ini sudah jadi salah satu makanan pokok yang penting di Eropa meskipun pada mulanya didatangkan dari daerah Amerika Selatan.Tumbuhan kentang ini berasal dari Amerika Selatan dan sudah dibudidayakan oleh para penduduk di sana sejak ribuan tahun yang lalu. Penyebaran kentang di Eropa diintroduksi melalui Spanyol pada tahun 1570 (Salaman, 1937 dikutip Howkes, 1978). Kentang termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek dan berbentuk perdu atau semak. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya sekali berproduksi, setelah itu mati. Kentang berumur pendek yaitu rata-rata hanya 90 sampai 120 hari terhantung varietasnya. Tanaman kentang dapat tumbuh tegak dengan tinggi 0,5 sampai 1,2 meter, tergantung varietasnya. Berdaun rimbun dan letak daun berselang-seling mengelilingi batang tanaman dengan bentuk daun oval juga ada yang oval agak bulat dan berujung runcing. Batangnya berbentuk segi empat atau segi lima, tergantung varietasnya. System perakarannya tunggang dan serabut. Diantara akar-akar tersebut ada yang akan berubah bentuk menjadi bakal umbi (stolon) dan selanjutnya menjadi umbi kentang. Selain itu, tanaman kentang ada juga yang berbunga ada juga yang tidak, dimana bunga tersebut tumbuh di ketiak daun teratas dan berjenis kelamin dua (Budi Samadi, 1997).Kentang termasuk jenis tanaman sumber karbohidrat tinggi yang merupakan sumber energi. Kentang termasuk lima besar makanan pokok dunia selain gandum, padi, jagung dan singkong.Kentang mempunyi batang berbentuk segi empat, panjangnya bisa mencapai 50 – 120 cm dan tidak berkayu. Batang dan daun berwarna hijau kemerah – merahan atau keungu – unguan. Bunga berwarna kuning keputihan atau ungu. Akar tanaman menjalar dan berukuran sangat kecil bahkan sangat halus (Setiadi dan F. Surya Nurulhuda, 1997).Klasifikasi kentang menurut Rahmat Rukmana (1997) adalah sebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisio : SpermatophytaSubdivisio : AngiospermaeClassis : DicotyledonaeOrdo : SolanalesFamily : SolanaceaeGenus : SolanumSpecies : Solanum tuberosum L.Kentang merupakan tanaman hortikultura yang sangat berpotensi sebagai sumber karbohidrat untuk menopang diversifikasi pangan dan bahan baku industri. Sebagai sumber utama karbohidrat kentang sangat bermanfaat untuk meningkatkan energi gerak berfikir dan melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. B. Syarat Tumbuh Kentang dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam pada lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuhnya. Keadaan iklim dan tanah merupakan dua hal penting untuk diperhatikan dalam budidaya kentang disamping faktor-faktor lainnya. 1. IklimCurah hujan yang dibutuhkan adalah sekitar 1500 mm per tahun. Apabila curah hujan terlalu tinggi, umbi tanaman akan mudah terserang penyakit, karena tanah menjadi jenuh air.Kentang dapat tumbuh di daerah tropis dengan suhu rata-rata untuk menghasilkan produksi yang optimum adalah 15 sampai 18 0C. Pembentukan umbi akan terhambat apabila suhu tanah di atas 200C, bahkan setiap kenaikan suhu 5 atau 9 0C diatas suhu optimum dapat menurunkan hasil sekitar 4% (Iskandar, 1997). Ketinggian tempat yang ideal untuk pertumbuhan kentang adalah 1000 sampai 3000 meter diatas permukaan laut.Angin ternyata juga berpengaruh terhadap kentang. Angin yang terlalu kencang kurang baik untuk tumbuhan berumbi. Pasalnya angin keras bisa merusak tanaman, dapat mempercepat penularan penyakit dan vektor penyebar bibit penyakit mudah terbawa kemana-mana. 2. TanahTanaman kentang toleran terhadap berbagai jenis tanah kecuali tanah yang kehilangan airnya tinggi, sehingga sangat penting adanya pengairan yang baik. Tanah ber-pH antara 4,8 sampai 7,0 merupakan tanah yang cocok untuk pertanaman kentang. Menurut Horton (1978) dikutip A. Sugiarto (2001) tanaman pada pH tanah dibawah 4,8 akan kekurangan kalsium, sehingga menyebabkan umbi bermutu jelek, sedangkan jika pada pH tinggi umbi akan mudah terkena kudis.