Loading...

Di Tengah Mewabahnya Covid 19, Petani Tetap Melaksanakan Panen Jagung Di Kecamatan Telluwanua Kota Palopo

Di Tengah Mewabahnya Covid 19, Petani Tetap Melaksanakan Panen Jagung Di Kecamatan Telluwanua Kota Palopo
Telluwanua (28/3/2020), Mewabahnya pandemi Covid 19 di seluruh wilayah di Indonesia tidak menghalangi para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bantangeng Mekar Kelurahan Batu Walenrang Kecamatan Telluwanua Kota Palopo melaksanakan panen jagung pada lokasi lahan mereka di Kelurahan Batu Walenrang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut selain anggota kelompok tani, terdapat pula Kepala Dinas, Kepala Bidang Penyuluhan, Kepala Seksi, Kepala BPP, Penyuluh Pertanian dalam lingkup Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 28 Maret 2020. Menurut Kepala Bidang Penyuluhan Salong,SE, “kegiatan kunjungan dari tim hari ini dilaksanakan untuk memonitoring kegiatan-kegiatan pertanian yang dilakoni para petani kita, memastikan bahwa stok pangan kedepan baik padi maupun jagung cukup tersedia sehingga perkiraan krisis pangan akibat mewabahnya Covid 19 di wilayah Kota Palopo tidak akan terjadi. Selain itu kunjungan dimaksudkan untuk memotivasi dan mengedukasi para petani kita agar tetap beraktifitas dengan mengikuti aturan standar protokoler penanganan penyebaran virus Covid 19 yakni physical distancing, penggunaan APD dan bilamana merasa sakit dengan gejala seperti batuk, demam dan sebagainya agar tetap mengisolasi diri secara mandiri.” Luas lahan jagung yang dimiliki para petani anggota kelompok tani Bantangeng Mekar sebanyak 25,5 Ha. Dan berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan di lahan pak Amirullah yang merupakan lokasi panen saat ini produktifitasnya 6,89 Ton. Bilamana produktifitas rata-rata yang bisa dihasilkan sebagaimana di atas, maka produksi jagung dari kelompok tani Bantangeng Mekar Kelurahan Batu Walenrang sebanyak 175,695 Ton. Tapi menurut Kepala BPP Telluwanua Abidin Palemmai, SP bahwa “produksi tersebut tidak bisa dicapai karena tidak semua petani anggota kelompok tani Bantangeng Mekar melakukan penanaman jagung akibat bulan-bulan sebelumnya masih musim kemarau, tidak adanya bantuan benih jagung serta sumber air terbatas. Luas lahan jagung yang ditanami pada lokasi kelompok tani Bantangen Mekar hanya seluas ± 15 Ha. Tapi kita berupaya saat ini, bilamana sudah tidak ada lagi wabah pandemi Covid 19 luas tanam 25,5 Ha akan direalisasikan karena saat ini sudah memasuki musim hujan.” Hal tersebut diiyakan pula oleh sekretaris kelompok tani Bantangen Mekar dan Penyuluh Pertanian Kelurahan Batu Walenrang Marianus yang turut hadir saat panen. Lebih lanjut kepala BPP Telluwanua mengatakan “kita tetap optimis bahwa penyediaan jagung di wilayah kerja BPP Kecamatan Telluwanua cukup tersedia dan tidak akan dipengaruhi oleh kondisi merebaknya wabah pandemi Covid 19 karena potensi luas lahan jagung di Kecamatan Telluwanua seluas 409,62 Ha.” (Penulis : Baso A. Parana, S.TP_Penyuluh Pertanian Pertama BPP Telluwanua)