Di Tengah Pendemi “Covid 19” Hasil Panen Memuaskan Ditengah wabah pendemi virus corona (Covid-19), penyuluh pertanian tidak stay at home, tidak WFH tetap bekerja dampingi petani pelaku usaha pertanian, sesuai dengan kalender kerjanya petani yang tidak pernah ada tanggalan merah untuk libur untuk berhenti menanam,bagaimana jadinya keadaan negeri ini kalau petaninya berhenti menanam atau mogok berusaha tani. Sektor pertanian rupanya merupakan salah satu sektor yang tidak terpengaruh dengan wabah covid 19,karena bahan pangan untuk 267 juta penduduk ini harus selalu tersedia saat wabah ini dan pasca wabah ke depan. Ditengah pandemi virus Corona (Covid 19) bertepatan dengan musim panen 2019/2020, saat semua orang diam di rumah saat itu petani pergi ke sawah untuk melaksanakan panen padi, rupanya pandemi covid 19 tidak mempengaruhi petani untuk beraktifitas, juga pada hasil produktifitas usaha tani padi ini semua terbukti dengan capaian hasil panen di kelompoktani Karya Mulya Mulyasari Bangodua pada saat panen perdana tsb dengan hasil produktifitas yang sangat memuaskan yakni 8,8 ton per hektar gabah kering panen Koordinator BPP Bangodua Hj Tarminah Sp menyebutkan panen perdana musim rendeng di KT Karya Mulya di tengah pendemi covid-19, tidak menghalangi petugas pertanian di Kecamatan Bangodua untuk mengawal kegiatan panen. Panen padi varietas mekongga yang ditanam KT Karya Mulya memperoleh hasil yang memuaskan yakni 8,8 ton perhektare. "Penyuluh tetap menjalankan tugasnya, memberikan pendampingan kepada para petani, terlebih menjamin keberhasilan panen petani sebagai penyetok beras kebutuhan pokok masyarakakat Indonesia, apalagi Indramayu menjadi lumbung padi di Jawa Barat dan Nasional, di tengah pendemi corona," ujarnya. Berdasarkan hasil panen dengan sample ubinan 3,15 m x 2,77. Jumlah rumpun 7x9, dan jumlah anakan perumpun rata-rata 26 batang mendapatkan hasil ubinan 7,7 kg. Produktifitas perhektare 10000 m : 8,73 m x 7,7 memperoleh hasil 88,24 kuital / ha atau 8,8 ton / ha, kata Tarminah. "Memuaskan 8,8 ton per hektare, sekarang peran petani sangat dibutukan untuk stok beras, apalagi saat sekarang ini Covid-19 sangat dirasakan masyarakat, penyuluh bersama petani berusaha agar stok kebutuhan pangan nasional dan jawa barat terpenuhi," ujarnya. Sementara itu, ketua KT Karya Mulya, Yanto di dampingi anggotanya Sakrim mengatakan virus corona tidak membuat kelompok tani surut dalam melakukan berbagai kegiatan pertanian, khususnya menjaga stok ketersediaan pangan nasional. "Kita petani punya tanggung jawab mas menjaga ketersediaan stok pangan nasional, kalau kami ikut terdampak tidak bisa mengolah lahan siapa yang akan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," ujarnya. Yanto bersyukur hasil panen perdana kelompoknya memperoleh hasil yang memuaskan, pihaknyapun berterikasih kepada para penyuluh yang selalu memberikan pendampingan dalam prosea pemupukan dan pengendalian hama, kata dia. Tarminah,SP Penyuluh Pertanian Madya BPP BANGODUA KAB INDRAMAYU