DIESEL IRIT BAHAN BAKAR SEBAGAI ALAT KOMPONEN PENDUKUNG (PENGAIRAN) PADA BUDIDAYA CABAI
Perkembangan teknologi PTT (Pengelolaan TanamanTerpadu) untuk tanaman cabai ada beberapa komponen yang harus dilaksanakan dalam budidaya di antaranya :1. Pengelolaan tanah2. Pemilihan bibit unggul3. Pemupukan4. Pengairan5. Penyiangan6. Penanganan hama dam penyakit7. Panen dan pascapanenPermasalahan yang sering terjadi di dalam kegiatan pertanian (pelaku usaha/petani) adalah permasalahan harga. Di mana saat barang hasil produksi sedikit harga akan naik sedangkan barang di saat hasil produksi melimpah harga akan turun, sehingga tidak pernah menguntungkan petani (petani selalu merasa dirugikan). Untuk merngantisipasi hal tersebut tentunya bagaimana cara untuk mengurangi biaya produksi.Desa Krendetan dengan pola tanam padi, padi, palawija khususnya di Kelompok Tani SidoMaju 02 TambahRejo dengan adanya kegiatan pertanian di MT3, yaitu setelah menanam padi-padi- dan cabai guna melaksanakan program PAT (Perluasan Areal Tanam) cabai seluas 3 Ha yang dilaksanakan mulai bulan Juni 2018 sampai selesai.Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut ada kendala terutama di sektor pengairan, karena dilaksanakan di saat MT3, musim kemarau, yang mana kondisi air sangat kurang. lahan yang ada termasuk lahan tadah hujan. Untuk itu kelompok tani dalam kegiatan budidayanya hanya memanfaatkan sumur pantek . Untuk menaikkan airnya dengan memakai alat mesin diesel , yang akan menambah biaya produksi . Untuk mengurangi biaya produksi salah satunya yaitu menyelesaikan masalah pengairan. Mesin diesel untuk pengairan biasanya petani memakai bahan bakar bensin.Yang mana biaya untuk itu bisa mencapai 6 liter/hari (antara 9-12 jam). Supaya lebih irit petani merubahnya dengan bahan bakar Gas (per hari hanya 1 tabung).Asumsinya : - Bensin : 6 liter (bensin) dengan harga 1 liter Rp 9.000 : 6 liter x Rp 9.000 = Rp 54.000,- Gas : 1 tabung gas dengan harga Rp 20.000, Jadi biaya produksiuntuk mengairi per hari bisa mengurangi biaya : Rp 54.000- Rp20.000 = Rp 34.000- Kalau dalam pelaksanaan kegiatan budidaya cabai membutuhkan waktu perbulan 4 x, sampai panen 4 bulan, jadi 4 x 4 = 16 x pengairan.Bensin : 16 x 54.000 = Rp 864.000Gas : 16 x 20.000 = Rp 320.000 - Rp 544.000/HaSeandainya luas tanaman 1 Ha (1600 m2)= Rp 544.000 x 6 = Rp 3.264.000Pelaksanaan kegiatan di Kelompok Tani SidoMaju 02 TambahRejo, Desa Krendetan seluas 3 Ha akan mengurangi biaya Rp 3.264.000 x 3 Ha = Rp 9.792.000. KESIMPULAN: Kelompok sudah bisa menekan biaya produksi sekitar Rp 9.792.000.TATA CARA MENGUBAH KOMPONEN MESIN -Buka pelampung bensin, jarum tidak usah dipakai -Masukkan selang gas kekarburasi dan usahakan gas jangan sampai bocor -Pengaturan gas harus seimbang antara regulator dan pengaturan gas di karbulator.Oleh: Bambang Mukti Raharjo, S.PBPP Bagelen DINPPKP Kab.Purworejo