DIKLAT METODOLOGI PENYULUH PERTANIAN SWADAYAKebijakan umum pembangunan pertanian dewasa ini mengacu pada pendekatan dari bawah. Hal ini ditujukan dalam rangka mendukung realisasi dan memberikan arah pembangunan yang sejalan dengan rencana pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. Dalam upaya pengembangan sumberdaya manusia pertanian, peranan penyuluhan pertanian dan pelatihan sangat penting dan strategis.Penyelenggaraan penyuluhan pertanian dengan berbagai metode penyuluhan pertanian ditujukan untuk memberdayakan petani dan kelompok tani agar mampu memecahkan sendiri masalah usaha tani yang dihadapinya.Pengembangan metodologi yang bersifat partisipatif memberikan proses belajar bagi petani untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengidentifikasi dan menganalisis masalah, serta peluang yang mereka miliki sendiri. Dengan demikian akan lebih merespon kebutuhan dan aspirasi petani maupun para penyuluh pertanian di tingkat lapangan. Salah satu metode yang dikembangkan adalah Metodologi Penyuluhan Pertanian Partisipatif.Untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani, maka peran penting Penyuluh Pertanian sangatlah dibutuhkan. Pendampingan dan penyuluhan kepada para petani demi meningkatnya hasil produksi yang optimal perlu terus dipertahankan.Pada tanggal 27 April sampai dengan 8 Mei 2015 diselenggarakan DIKLAT METODOLOGI Bagi Penyuluh Swadaya Kabupaten Purworejo yang bertempat di BPP Kutoarjo dan BPP Pituruh yang terdiri dari dua angkatan dengan peserta sejumlah 30 orang penyuluh swadaya setiap angkatan.Diklat PPS tersebut dibuka resmi oleh Bapak Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo (Ir.Dri Sumarno). Diklat PPS tersebut dengan materi yang terdiri dari Materi dasar yaitu Kebijakan Pembangunan Pertanian,Pengembangan Sikap Penyuluh Swadaya, Dasar dasar penyuluhan.Materi Inti terdiri dari : Pendekatan Penyuluhan Pertanian,Strategi komunikasi pertanian,metode penyuluhan pertanian,perencanaan penyuluhan pertanian,melaksanakan kegiatan penyuluhanpertanian,kelembagaantani,kewirausahaan agribisnis,Monev,mengakses informsi serta materi penunjang diantaranya dinamika kelompok, rencana tindak lajut. Tujuan dari kegiatan Diklat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian swadaya agar mereka mampu didalam melaksanakan kegiatan penyuluhan di wilayahnya minimal di desa setempat.Diklat ini dengan pengajar/fasilitator yang terdiri dari penyuluh senior yang mampu serta mempunyai kompetensi,dalam memberikan materi selama dua belas hari terdiri dari 96 jam pelajaran dengan 45 menit setiap jam pelajaran dengan komposisi dua jam teori dan delapan jam praktek.Para peserta merasa sangat puas dengan mendapat Diklt selam dua belas hari ,peserta memahami betul bagimana menyuluh sebagai seorang penyuluh pertanian swadaya, karena pembangunan pertanian merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dan bangsa yang ada di negeri ini,peserta menerima materi baik teori maupun praktek.Dengan dilatihnya para penyuluh pertanian swadaya tersebut semoga pembangunan pertanian yang mana semakin berkurangnya jumlah penyuluh PNS maka peran penyuluh pertanian swadaya menjadi lebih baik dan kompeten.Oleh ;Turoso,STP. Penyuyluh Pertanian MadyaDPPKP Kabupaten Purworejo