Pada Hari Senin, Tanggal 19 Juli 2020, Dinas Pangan Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Riau melaksanakan Pembukaan Pelatihan Teknis Agribisnis Padi Bagi Petugas/Penyuluh. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula UPT Balai Pelatihan Penyuluh Pertanian (BPPP) Provinsi Riau, di Jalan Kaharuddin Nasution No. 339 Pekanbaru. Jumlah peserta sebanyak 25 orang yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau. Pemilihan lokasi asal peserta pelatihan, merupakan sentra tanaman pangan dan hortikultura khususnya tanaman padi. Hadir dalam acara pembukaan pelatihan tersebut, Bapak Sekretaris Dinas Tengku Fazly Ridwan, S.Sos, M.Si, Kepala UPT BPPP Bapak Ir. Yazfitrah, Bapak/Ibu Kabid dan Kasi serta Widyaiswara kegiatan pelatihan. Diantaranya Bapak Ir. Harmet, MP, Ir. Melfianora, M.Si, dan Bapak Margolang, M.Si. Sambutan Kadis Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau yang diwakili oleh Sekretaris, Tengku Fazly Ridwan, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting. Dengan pelatihan ini kita bisa meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap menjadi sumber daya manusia pertanian yang handal. Pelatihan ini dibuat untuk merespon perubahan, guna mengantisipasi perubahan, apalagi di situasi sekarang ini yang begitu cepat perubahan itu. Permasalahan pangan telah menjadi isu utama pada masa sekarang ini, terutama di tengah pandemi yang melanda negeri ini. Bahkan ketahanan ekonomi negara bersandarkan seberapa kuat ketahanan pangan yang kita produksi sendiri. Penyuluh, dokter, bidan, polisi adalah birokrasi terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat terdampak pandemi. Ajakan untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong sedang menjadi gaung, tersebar ke seluruh pelosok negeri. Tidak hanya di pelosok desa, tapi juga di kota-kota. Ini menjadi tantangan bagi penyuluh, menyebarkan media informasi sebanyak mungkin untuk mendampingi fenomena tersebut. Menjadi pertanyaan adalah dimana posisi penyuluh ketika hampir semua informasi saat ini bisa diperoleh dari youtube. “Saya sendiri beternak ayam di halaman belakang rumah. Saya mulai dari membuka youtube, semua pertanyaan mengenai peternakan ayam ada di sana. Bahkan linknya sampai ke seluruh Indonesia, bila kita telusuri membimbing orang untuk menjadi peternak. Mulai dari cara membuat kandang, obat, dan semuanya tersaji di sana. Oleh karena itu kita semua sebagai insan pertanian, terkhususnya kepada penyuluh untuk selalu meng dalam penggunaan teknologi.” Sarannya. Beberapa langkah teknis terus dilakukan guna meningkatkan produksi padi Provinsi Riau. Yang pertama meningkatkan produktivitas melalui penggunaan benih unggul, penangkaran benih dan penggunaan varietas unggul baru. Kedua peningkatan IP 200 dengan pengelolaan lahan dan air. Ketiga penerapan mekanisasi dengan manajemen Alsintan (alat mesin pertanian). Keempat penguatan kelembagaan petani. Serta pengembangan sumberdaya manusia pertanian provinsi riau untuk mendukung terwujudnya pertanian Riau yang maju, mandiri dan modern. “Oleh karena itu saya menyambut baik diadakannya pelatihan ini, semoga kegiatan ini dapat menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang profesional dan handal.” Tutupnya