Loading...

DIKLAT TEKNIS PAJALE BERBASIS GAP GHP DAN GMP BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN BABINSA TAHUN 2015

DIKLAT TEKNIS PAJALE BERBASIS GAP GHP DAN GMP BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN BABINSA TAHUN 2015
Dalam rangka pencapaian target produksi padi, jagung, dan kedelai, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengintegrasikan dukungan kegiatan antar sub sektor lingkup pertanian dan lintas sektor serta antar wilayah. Kegiatan budidaya tanaman, panen, penanganan pascapanen dan pengolahan hasil padi, jagung dan kedelai merupakan tahapan yang penting dalam pencapaian peningkatan produksi pertanian. Seluruh tahapan ini akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produk. Untuk itu diperlukan budidaya pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), penanganan pascapanen yang baik atau Good Handling Practices (GHP) dan pengolahan hasil yang baik atau Good Manufacturing Practices (GMP). Untuk itu sangat diperlukan sumber daya manusia pertanian khususnya Penyuluh Pertanian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang kompeten melalui pendidikan dan pelatihan. Guna meningkatkan eskalasi Upsus (upaya khusus) swasembada pangan pajale (padi, jagung, kedelai), Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan Provinsi Gorontalo melatih Penyuluh Pertanian dan Babinsa. Kegiatan yang diberi label "Pendidikan Dan Pelatihan Teknis Budidaya Padi, Jagung Dan Kedele bagi Penyuluh Pertanian dan Babinsa" Berbasis GAP, GHP dan GMP dibagi ke dalam 6 (enam) angkatan, yang diikuti oleh 180 peserta, dan berlangsung pada 10-16 Juni 2015. Dalam keterangannya, Ketua Panitia, Reliyanto Mamonto, SP, M.Si menjelaskan, "Sementara upsus berjalan, dinamika masyarakat petani, perlu penguatan tenaga pendamping, dalam hal ini teman-teman dari TNI. Oleh karena itu materi yang diberikan dalam Diklat ini bukan hanya budidaya, melainkan juga aspek lainnya yang perlu dikuasai oleh pendamping." Materi yang dilatihkan adalah perakitan teknologi dengan kajian kebutuhan peluang (KKP), teknik fasilitasi dalam sinergi melaksanakan LAKU (latihan dan kunjungan), penyusunan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), penggalian data kalender tanam, identifikasi potensi padi, budidaya pengolahan lahan, penyiapan benih, penanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), panen dan pasca panen. Kegiatan pelatihan ini bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Gorontalo, BPSB Provinsi Gorontalo dan BPTPH Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini adalah bagian dari realisasi kerjasama antara Kementan dengan Panglima TNI dalam rangka menyukseskan swasembada pangan, khususnya untuk padi, jagung dan kedelai. Penulis : Lukman Hairun, STP KJF BP4K Kab. Bone Bolango