Kementerian Pertanian telah menyiapkan Sebelas Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian Tahun 2016-2019, salah satunya adalah pembangunan 8 (delapan) komoditas strategis yaitu padi, jagung, kedele, tebu, kakao, cabai, bawang merah dan sapi potong, yang tujuan utamanya adalah guna mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan kemandirian petani.Penyuluhan Pertanian memegang peranan penting dan strategis dalam menyukseskan pengembangan delapan komoditas tersebut, karena itu peningkatan kompetensi sumber daya pertanian baik aparatur maupun non aparatur melalui penyelenggaraan diklat secara terstruktur dan tematik merupakan pilihan strategis. Untuk mewujudkan peningkatan kompetensi tersebut, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menyelenggarakan Diklat Teknis Tematik Bagi Non Aparatur Di BPP Kecamatan Kumpeh Ulu yang berlangsung selama 7 hari mulai tanggal 24 Februari s/d 1 Maret 2016 dengan peserta sebanyak 26 orang yang berasal dari enam kecamatan pelaksanan Upsus Padi, jagung dan Kedele dalam Kabupaten Muaro Jambi. Dipilihnya BPP Kecamatan Kumpeh Ulu sebagai tempat penyelenggaraan diklat karena BPP ini merupakan salah satu penerima manfaat Kegiatan Peningkatan Kapasitas BP3K. Kurikulum diklat meliputi tiga kelompok materi yakni kelompok dasar 4 jam, kelompok inti 48 jam dan kelompok penunjang 4 jam dengan jumlah total 56 jam pelajaran. Adapun Fasilitator/pelatih dalam penyelenggaraan diklat ini berasal dari purnawidya Diklat TOMT, Diklat TOT Bagi Fasilitator dan Diklat Teknis Bagi Fasilitator BP3K, Widyaiswara Bapeltan Jambi dan Narasumber lain yang berkompeten. Sedangkan metode diklat merupakan kombinasi berbagai metode antara lain ceramah, tanya jawab, diskusi, praktek, kunjungan lapangan, simulasi, rolplay dan penugasan yang seluruhnya menggunakan pendekatan andragogi. Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Muaro Jambi dalam sambutannya ketika membuka diklat ini mengharapkan kepada semua peserta untuk bersungguh-sungguh dan penuh semangat mengikuti setiap materi diklat yang diberikan karena akan menjadi bekal yang sangat berguna dalam melaksanakan perannya kedepan.Selanjutnya dikatakan bahwa penyelenggaraan diklat ini sangat tepat waktunya mengingat kurang lebih satu bulan lagi kita akan memasuki MT. 2016 dimana sebagian besar persawahan di Kabupaten Muaro Jambi, musim tanamnya berlangsung pada periode april-september, dengan demikian sangat diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti diklat, dapat disumbangkan semaksimal mungkin dalam memotivasi petani guna meningkatkan produksinya. Kita berharap mudah-mudahan upaya kita semua dalam kerangka Program Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) ini selalu mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT. (Syamsul Bahri, SP, Admin Kecamatan Kumpeh Ulu).