Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengurus kelompok tani sebagai penerima manfaat APBN-P tahun 2017 dalam melakukan pengelolaan bantuan benih/bibit komoditi Jeruk, sehingga dapat dibudidayakan dengan mengacu pada GAP atau GMP untuk mencapai tujuan Optimal. Sasaran pelatihan ini adalah tercapainya peningkatan kompetensi pengurus kelompok tani sebagai peserta pelatihan sebanyak 30 orang yang berasal dari 2 kelompok tani. Yakni Kelompok tani Lantip dan Sumber Makmur dari Kecamatan Randublatung.Kabupaten Blora Kegiatan pelatihan teknis tematik APBN-P Budidaya Jeruk secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora Ibu Hj.Ir. Reni Miharti M.Agr Bus. Selasa (17/10/2017). Dalam sambutannya pada acara pelatihan teknis tematik Budidaya Jeruk tersebut menekankan akan manfaat kegiatan pelatihan teknis tematik Budidaya Jeruk tersebut sebab merupakan Kebijakan pemerintah yang sangat berguna bagi kelancaran usaha kelompok tani kedepannya, oleh karenanya para peserta diharapkan benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut agar setelah selesai mengikuti kegiatan ini dapat menerapkan budidaya tanaman Jeruk sesuai yang di ajarkan oleh fasilitator. Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan latihan (IKL) yaitu Penyiapan benih, Pemeliharaan tanaman, pengendalian OPT serta panen dan pasca panen buah jeruk. Fasilitator berasal dari Penyuluh Pertanian yang telah mengikuti Diklat Training Of Trainer (TOT) APBN-P tahun 2017 dan praktisi yang kompeten dibidangnya, Metode pelatihan teknis tematik menggunakan pendekanatan Experiece Learning Cycle (ELC) atau AKOSA Alami, Kemukakan, Olah, Simpul dan Aplikasikan) dengan pendekatan pendidikan orang dewasa. Pemilihan metode disesuaikan dengan materi yang disampaikan antara lain : ceramah, diskusi Kelompok dan tanya-jawab, penugasan, Presentasi dan praktek. admin Kab. blora Sri endah Mulyani, SP.