Loading...

DIKLAT TEKNIS TEMATIK PEREMAJAAN KOPI APBNP 2017

DIKLAT TEKNIS TEMATIK PEREMAJAAN KOPI APBNP 2017
Melalui pemberdayaan sumberdaya manusia pertanian, maka Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kompetensi pelaku baik petugas maupun petani. Wilayah kerja BBPP Ketindan mencakup Klp Tani dan Gabungan Klp Tani di 6 Provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogjakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur meliputi komodity tanaman pangan (kedele), tanaman hortikultura (bawang putih, bawang merah, cabai, mangga dan jeruk), serta tanaman perkebunan (kopi, kakao dan kelapa). Untuk Kabupaten Badung sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Bali mendapat kegiatan berupa Diklat Teknis Tematik Peremajaan Kopi seluas 200 Ha dari APBNP 2017. Diklat Teknis Tematik yang akan memberikan pengawalan kepada para petani dan petugas di daerah mulai dari penerimaan bibit, proses produksi sampai panen. Kegiatan diklat teknis tematik yang dilaksanakan di daerah masing-masing, maka BBPP Ketindan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung melaksanakan Diklat Teknis Tematik Peremajaan Kopi APBNP 2017 yang CPCL nya dari kelompok tani Subak Abian di Desa Pelaga dan Desa Belok Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Diklat dilaksanakan di BPP Petang, Desa Pelaga untuk angkatan I ( 16 s/d 19 Oktober 2017 ); dan angkatan II (6 s/d 9 Nopember 2017) dengan jumlah peserta untuk setiap angkatan sebanyak 30 orang petani. Materi yang diberikan selama diklat mencakup tentang kebijakan pengembangan kopi, identifikasi masalah, merancang pemecahan masalah, penyiapan lahan, teknik pemangkasan, hama dan penyakit tanaman kopi, teknik pendampingan serta penyusunan rencana tindak lanjut. Kegiatan praktek lapang dilaksanakan di Kebun Induk Kopi Arabika di Desa Kembangsari, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Untuk mengisi materi narasumber berasal dari Alumni TOT Perkebunan, Praktisi serta narasumber dari Dinas yang menangani Perkebunan di Provinsi Bali. Selama kegiatan diklat yang menjadi masalah sebagai tematik dari kegiatan diklat adalah mencakup tentang pemangkasan; lubang tanam; tanaman penaung; hama penggerek buah kopi sebagai masalah teknis; sedangkan masalah non teknis mencakup tentang kelembagaan petani serta pemasaran. Selama kegiatan diklat berlangsung peserta sangat antusias mengikuti semua materi serta dapat berinteraksi langsung dengan petani praktisi dilapangan sebagai bekal pengawalan dalam penanganan peremajaan kopi di kelompok taninya masing-masing. Simbaryadnya (Diperpa Kabupaten Badung)