Penyuluh pertanian swadaya memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian, mereka secara sukarela membantu pemerintah untuk menyebarluaskan teknologi kepada para petani lain di sekitarnya. Mengingat peranannya yang cukup strategis maka penyuluh pertanian swadaya perlu ditingkatkan pengetahuan dan keterampilannya Dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia pertanian terutama penyuluh pertanian swadaya pada tanggal 21 s/d 27 Maret 2016 di Kabupaten Sumedang dilaksanakan diklat tematik non aparatur. kegiatan pelatihan bertempat di BPP Paseh, yang merupakan salah satu BPP penerima dana dekonsentrasi tahun anggaran 2016.Fasilitator pelatihan adalah para penyuluh pertanian yang telah mengikuti diklat di BBPP LembangPeserta pelatihan seluruhnya 30 orang terdiri dari para penyuluh pertanian swadaya. Sesuai dengan karakteristik diklat tematik, materi diklat dititik beratkan pada teknologi peningkatan produksi padi antara lain a. Kelompok Dasar: 1) Kebijakan Program Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT), 2) Kebijakan Program Komoditas Strategis di Kabupaten sumedang b. Kelompok Inti: 1) Melakukan Persiapan Benih,2) Melakukan Persiapan Lahan, 3) Melakukan Penanaman, 4) Melakukan Pengairan, 5) Melakukan Pemupukan, 6) Melakukan Pengendalian OPT, 7) Melakukan Penanganan Pascapanen, 8) Melakukan Pemasaran Hasil dan c) Kelompok Penunjang:1) Kapita Selekta, 2) Dinamika Proses Belajar MengajarPola pelatihan menggunakan pola 2:3:2 yaitu dua hari di kelas, 3 hari di lapangan dan 2 hari dalam kelas, proporsi materi antara teori dan praktek adalah 30% teori dan 70% praktek Oleh: Tatang Kostaman