Loading...

DILATIH, 30 ORANG PETANI MEMBUAT PUPUK ORGANIK

DILATIH, 30 ORANG PETANI MEMBUAT PUPUK ORGANIK
Salah satu masalah tidak tercapainya produksi dan produktivitas bahkan mengalami pelandaian adalah semakin menurunnya kesuburan lahan. Penggunaan pupuk kimia yang cenderung berlebihan atau kurang bijaksana dan berlangsung terus menerus akan berakibat mikroorganisme dalam tanah berkurang, tanah bantet sulit diolah, sulit menyimpan air dan mudah pecah-pecah. Itulah beberapa alasan pentingnya pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan lahan. Ungkapan tersebut disampaikan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang Ir. Agus Setyo Budi, M.Si saat mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan ( Dipertanhut) Kabupaten Pemalang Suharto, SIP, M.Si yang beberapa minggu lalu tepatnya tanggal 23 Februari 2015 menempati posisi baru sebagai Kepala Dipertanhut Kabupaten Pemalang yang berhalangan hadir. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik dilaksanakan berkat kerjasama antara Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dengan Bidang Perkebunan Dipertanhut Kabupaten Pemalang berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 16-17 Maret 2015 di ruang pertemuan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Taman. Fasilitasi pendidikan masyarakat tersebut semua pembiayaan ditanggung oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015 untuk 2 kegiatan di Kabupaten Pemalang dengan setiap kegiatan menghadirkan peserta sebanyak 30 orang petani. Subagio mewakili Bidang Sarana Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa fasilitasi pendidikan masyarakat pembuatan pupuk organik ini dimaksudkan untuk meningkatkan sumberdaya manusia dalam mengolah limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman khususnya tanaman perkebunan serta diharapakan petani setelah mengikuti pelatihan mampu mengolah limbah pertanian baik berbentuk padat maupun cair menjadi pupuk organik. "banyak limbah yang dapat dibuat sebagai pupuk organik padat maupun cair contohnya sampah yang semestinya dapat dijadikan bahan untuk pembuatan pupuk, dengan demikian menghemat pengeluaran serta menjaga pencemaran lingkungan" ungkapnya.Pelatihan selama 2 (dua) hari petani mendapatkan fasilitas kaos, ATK dan topi serta uang saku sedang kegiatan pelatihan berlangsung secara klasikal berupa teori dan praktek lapangan. Kegiatan klasikal diampu oleh para penyuluh baik yang ada di Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dipertanhut Kabupaten Pemalang maupun penyuluh yang ada di BPP Taman serta dari Bidang Perkebunan dengan materi yang mengarah pada pentingnya pupuk organik dan proses pembuatan pupuk organik. Selanjutnya kegiatan lapangan peserta dibawa ke Bendahara Gapoktan Lohjinawi Desa Sewaka Kecamatan Taman Sdr. Carsiyan yang telah mengolah kotoran ternak menjadi kompos. "Pada kegiatan pelatihan pupuk organik ini petani tidak hanya menerima pelajaran teori saja namun juga praktek sehingga setelah mengikuti pelatihan trampil membuat pupuk organik, syukur-syukur bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian seperti Sdr. Carsiyan ini" Jelas Purwanto selaku ketua panitia.Pembuatan pupuk organik tidaklah sulit hanya membutuhkan sedikit pengetahuan dan ketrampilan. Manfaat pupuk organik sangat besar dalam menyuburkan lahan serta menyehatkan tanaman Hanya saja karena menganggap butuh proses yang lama dan kebiasan yang mendarah daging penggunaan pupuk kimia menjadikan petani enggan untuk membuat pupuk organik secara mandiri. Penulis : Nurul Ashar (PP Madya pada Dipertanhut Kabupaten Pemalang)