Loading...

dinamika kelompok sebagai kekuatan kelompok tani

dinamika kelompok sebagai kekuatan kelompok tani
dinamika merupakan tingkah laku anggota satu, dengan yang lainnya langsung saling mempengaruhi secara timbal balik atau dinamika juga disebut sebagai proses berlangsungnya interaksi dan interpendensi antara anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya, anggota dengan anggota keseluruhan. menurut peter salim dalam syamsiah marzuki (1999), dinamika berasal dari kata dynamics yang berarti bergairah atau punya semangat untuk bekerja. sedangkan dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi. dinamika kelompok merupakan suatu metode dan proses yang bertujuan meningkatkan nilai kerja sama. di kelompok kelompok tani proses interaksi antar anggota kelompok tani amat sangat penting dengan menggunakan wadah pertemuan pertemuan kelompok tani, latihan latihan dan kunjungan, sehingga bisa meningkatkan produktivitas anggota, pengembangan kelompok ke arah yang lebih maju dan ahirnya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggota kelompok tani. dengan keberagaman pengetahuan dan pengalaman disertai bimbingan dan arahan dari penyuluh pertanian dan instansi yang terkait bisa menjadi kerja sama dalam mengatasi berbagai masalah pertanian, baik dalam hal budidaya, sarana prasarana, penaganan panen dan pasca panen, distribusi dan penjualan. selain itu dengan prinsip gootong royong yang dibangun sejak zaman nenek moyang kita akan mempermudah semua pekerjaan kita yang dikerjakan secara bersama sama. di kelompok tani ada banyak keunggulan dan kekurangan, sehingga bisa menghambat atau memperlancar kegiatan di kelompok tani. hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat kelompok tani adalah kumpulan dari banyak orang dengan berbagai latar belakang, sikap dan pendapat. dengan kelebihan yang ada di kelompok tani merupakan sumber kekuatan/ aset yang berharga dengan bisa saling terbuka antar anggota kelompok, memberi dan menerima informasi dan pendapat anggota yang lain. juga dengan kemauan dari anggota untuk mendahulukan kepentingan kelompok dari kepentingan pribadi demi tercapainya tujuan kelompok.