Bantuan pangan berupa beras, cabe, sayur – sayuran, telur dan mie instan merupakan inisiasi dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros yang berasal dari BPP Kecamatan, PPL, Poktan/Gapoktan dan Mitra/Pelaku Usaha sebagai salah satu bentuk langkah percepatan penanganan penyebaran virus corona. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros Ir. H. Muhammad Alfian Amri, M.Si mengatakan, bantuan pangan ini diperuntukkan warga ODP Covid-19 yang tengah di isolasi wilayahnya secara terbatas. Sehingga warga yang terisolasi wilayahnya di Kabupaten Maros tidak perlu memikirkan biaya kebutuhan pangan selama dalam masa pemantauan. "Jadi para warga maupun ODP ini harus tetap di rumah, tidak perlu pikirkan biaya kebutuhan pangan," ujar Alfian pada Senin (6/4/2020). Alfian menjelaskan, bantuan pangan ini diberikan melalui POSKO Covid – 19 Kabupaten Maros yang ditangani oleh Dinas Sosial Kabupaten Maros kepada warga terkena virus corona diberlakukan isolasi terbatas hanya diwilayah terdampak. Hal ini dimaksudkan untuk memutuskan mata rantai virus corona agar tidak menyebar ke daerah lain. "Dengan adanya bantuan ini, kami berharap warga dan ODP tidak keluar rumah dan bisa memutus rantai penyebaran Covid-19," imbuh dia. Kepala Seksi (Kasi) Kelembagaan pada Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Syamsul Bahri, S.Pi, M.Si mengatakan, bantuan yang disalurkan ke POSKO Covid – 19 Maros terdiri atas beras, telur, cabe, sayur-sayuran dan mie instan. "Bantuan pangan diberikan secara bertahap kepada warga yang daerahnya telah diisolasi, yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah," kata dia. Semoga dengan adanya bantuan ini, dapat membantu pemenuhan pangan dan meringankan beban ekonomi bagi warga yang terkena dampak isolasi terbatas diwilayahnya. Penulis : Wahida, SP, M.Si (PPL Kec. Lau - Kab. Maros)