Loading...

Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur Gelar Rakor Dan Temu Teknis Penyuluhan Pertanian Tahun 2020

Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur Gelar Rakor Dan Temu Teknis Penyuluhan Pertanian Tahun 2020
Bertempat di Aula Koperasi Gelakat Nara Larantuka, tanggal 3 Maret 2020, Dinas Pertania dan Ketahanan Pangan selaku OPD yang menangani penyelenggaraan penyuluhan pertanian dikabupaten flores timur mengadakan Rapat Koordinasi dan Temu Teknis Penyuluhan Pertanian yang mengadagendakan hal-hal yang berkenaaan dengan situasi dan perkembangan kondisi lapangan terkait berbagai serangan hama ulat dan tikus pada tanaman jagung serta konsolidasi serapan pupuk bersubsidi pada kalender musim januari 2020 dan sejumlah hal teknis lainnya sebagai upaya untuk memastikan implementasi program dan kegiatan diTahun 2020 dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Kegiatan Rakor dan temu Teknis ini dihadiri oleh 150 penyuluh pertanian yang dan para petugas OPT serta para kepala Bidang dan kepala Seksi lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur. Acara Pembukaan Rakor dan Temu Teknis Penyuluhan Pertanian Tingkat Kabupaten Flores Timur dibuka oleh Sekda Polus Igo Geroda yang mewakli Bupati Flores. Catatan penting yan gdisampaikan oleh sekda adalah forum hari ini kita mengevaluasi bagaimana pelayanan penyuluhan pertanian diwilayah desa dalam mendukung pembangunan pertanian didaerah. Disadari bahwa masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, namun spirit kita terus ditingkatkan dan saya percaya teman-teman penyuluh dapat menjalankan tugas pelayanan sekaligus memastikan Misi Besar kabupaten Flores Timur Selamatkan Tanaman Rakyat dapat terlaksanan dengan sukses. Selain itu salah satu point penting yang didiskusikan dalam momentum tersebut adalah tentang KOSTRATANI, (Komando Strategi Pertanian) program yang digagas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Plt.Kadis Pertanian dan KP Ir.Anton Sogen sebagai pembicara utama menyampaikan ada 8 BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) dikabupaten Flores Timur yang menerima program tersebut pada tahun anggaran 2020 ini dari total 19 BPP yang ada. BPP yang melaksanakan program Kostratani dapat memainkan peran strategisnya dalam memberikan pelayanan disektor pertanian bagi para petani diwilayah binaannya masing-masing, demikian papar anton sogen. Selanjutnya penyuluh pertanian Boro Bebe Riantobi, dalam sesi diskusi dan tanya jawab juga menggarisbawahi terkait 3 hal yaitu : pertama, perlu dilakukan revisi programa penyuluhan dikecamatan karena ada sejumlah kegiatan yang didukung dari APBD II tahun 2020 seperti kegitan Manja Mente (program peremajaan, pemangkasan dan penjarangan) Jambu Mete, dan kegiatan pengembangan Hortikultura Bawang Merah di wlayah kecamatan kelubagolit, yang sebelumnya tidaktercaver dalam program BPP Kecamatan. Hal ini penting direvisi agar ada keselarasan antara perencanaan dan implementasi yang nyata dilapangan. Kedua : perlu ada optimalisasi tugas pokok dan fungsi penyuluhan diwilayah agar peran strategis Kostratani dapat memberikan impact yang besar bagi masyarakat dampingan. Ketiga : dalam rangka membangun soliditas penyuluh pertanian wadah organisasi Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian ) Kabupaten Flores Timur perlu dioptimalkan kembali agar, organisasi profesi ini dapat hadir sebagai alat pejuangan penyuluh pertanian manakala dukungan kebijakan daerah kurang berpihak kepada penyuluh pertanian. Ditulis Oleh Boro Bebe Riantobi, Penyuluh Pertanian BPP Nusa Tadon Kecamatan Kelubagolit